Israel Dilaporkan Berpotensi Melancarkan Serangan Pre-Emptive terhadap Iran

0
56

Washington, LiputanIslam.com –  Rezim Zionis Israel disebut-sebut telah melobi Washington secara intensif agar Amerika Serikat (AS) tak kembali  kepada perjanjian nuklir Iran, JCPOA, dan mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Teheran jika Teheran memperoleh senjata nuklir.

Menjelang pemilihan, kampanye Biden mengisyaratkan perlunya “menegosiasikan kembali” ke JCPOA, sebuah gagasan yang ditolak Teheran.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Trump Herbert R McMaster menyatakan Israel dapat melancarkan serangan militer terhadap Iran sebelum Presiden Donald Trump keluar dari jabatannya.

“Israel mengikuti Doktrin Begin, yang berarti bahwa mereka tidak akan menerima negara musuh  memiliki senjata paling merusak di Bumi,” kata McMaster kepada Fox News, seperti dikutip channel Israel 124news, Jumat (13/11/2020).

Mantan petinggi AS itu merujuk pada kebijakan Rezim Zionis dalam melakukan serangan ‘pencegahan’ terhadap musuh potensial yang dicurigai Tel Aviv mengembangkan senjata pemusnah massal.

Doktrin tersebut dirumuskan pada 1960-an, tapi dinamai berdasarkan nama perdana menteri Israel antara 1977 dan 1983, Menachem Begin, yang menyerang reaktor nuklir Osirak Irak di luar Baghdad saat masih dalam pembangunan pada tahun 1981.

Doktrin ini ilegal di bawah hukum internasional, yang melarang konsep serangan pendahuluan dan perang pencegahan.

“Kita telah melihat ini di masa lalu dengan serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Suriah. Ingat tahun 2007 ketika Korea Utara membantu membangun fasilitas senjata nuklir di Gurun Suriah, dan IDF menyerang itu dan (melakukan) serangan serupa di Irak lebih awal dari itu? Jadi saya pikir itu kemungkinan,” terang McMaster, mengacu pada Operasi Outside the Box  IDF pada September 2007.

Pihak Suriah berulang kali menolak klaim bahwa fasilitas yang diserang pada tahun 2007 itu merupakan situs nuklir. Presiden Suriah Bashar al-Assad beralasan bahwa “bodoh” bagi Damaskus jika membangun situs nuklir di gurun tanpa pertahanan udara.

Pada tahun 2009, pejabat Suriah mengatakan kepada Badan Energi Atom Internasional bahwa situs yang diserang adalah gudang rudal. (mm/i24news/amn)

Baca juga:

Iran Pasang Mesin Sentrifugal Canggih di Pabrik Pengayaan Uranium Bawah Tanah

Perhari 400 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Iran, Teheran Salahkan AS

DISKUSI: