Israel Berharap Kedatangan 100,000 Wisatawan UEA Per Tahun

0
136

TelAviv, LiputanIslam.com –   Menteri Pariwisata Israel, Orit Farkash-Hacohen, mengaku berharap negaranya kedatangan 100.000 wisatawan Uni Emirat Arab (UEA) per tahun, menyusul pembukaan jalur udara antara kedua pihak.

Harapan itu dia nyatakan dalam forum virtual pariwisata Emirat-Israel pertama, yang diselenggarakan oleh pejabat Kementerian Pariwisata Israel, Rabu (16/12).

“Israel sedang bersiap menerima wisatawan dari Uni Emirat Arab, dan akan mematuhi instruksi para ahli kesehatan untuk memastikan bahwa itu tetap menjadi tujuan yang aman dari segi paparan Covid-19, seperti yang kami harapkan. 100 ribu pengunjung per tahun dari Emirat segera setelah langit terbuka,” ujarnya.

“Pariwisata adalah kunci untuk membangun perdamaian abadi antarnegara, dan Israel berharap  menyambut wisatawan dari Uni Emirat Arab,” lanjutnya.

Sementara itu, sebuah pernyataan yang dirilis kantor media pemerintah Israel, Kamis (17/12), menyebutkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan forum itu ialah ” membangun dasar bagi hubungan pariwisata jangka panjang antara Israel dan Uni Emirat Arab.”

Seperti diketahui, Israel dan UEA di bawah mediasi Amerika Serikat telah menandatangani apa yang disebut “Perjanjian Abraham” untuk normalisasi hubungan dan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang.

Perjanjian ini mendapat kecaman dari publik Arab, terutama Palestina sendiri, yang menyebutnya sebagai pengkhianatan. Beberapa negara Arab lain, yaitu Bahrain, Sudan, dan Maroko sejauh ini telah mengikuti jejak UEA, sementara Arab Saudi masih memilih menjalin hubungan diam-diam dengan rezim Zionis penjajah Palestina tersebut. (mm/rta)

Baca juga:

Pasca Normalisasi, Israel dan Moroko Akan Bentuk Dewan Dagang

Mantan Pejabat UEA Dukung Teror atas Figur-figur Poros Resistansi

DISKUSI: