Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran, Brigjen Ali Fadavi, menyatakan bahwa musuh-musuh negara republik Islam ini mengandalkan perang ekonomi dan budaya karena tak berani berkonfrontasi secara militer melawan Iran.
“Musuh tidak berani terlibat dalam konfrontasi militer dengan Iran, sehingga mereka menggunakan perang ekonomi dan budaya,” ujarnya dalam pidato pada sebuah pertemuan di provinsi Fars d bagian selatan Iran, Jumat (23/12)
Fadavi menjelaskan bahwa negaranya “menghadapi perang di berbagai bidang, termasuk militer yang terjadi selama perang Iran-Irak (1980-1988), dan perang ekonomi dan budaya, seperti yang terjadi saat ini terhadap Iran.”
Dia juga menekankan bahwa pasukan IRGC selama ini juga berjuang keras untuk mengatasi keterkucilan berbagai daerah, utamanya dalam pasokan air ke desa-desa dan daerah pedesaan di seluruh bagian negara ini.
Selasa lalu, Komandan Pasukan Quds IRGC Brigjen Ismail Qaani melontarkan kecaman serupa terhadap AS dengan mengatakan, “ketidak mampuan AS di arena konflik utama membuatnya terpaksa menghasut pemuda Iran.”
Dia juga mengatakan, “Musuh Muslimin dan Revolusi Islam sekarang kebingungan menghadapi jargon resistensi.” (mm/raialyoum)
Baca juga: