Iran Ungkap Drone Besar Baru Buatannya, Berjarak Tempuh 3.000 Kilometer

0
181

Teheran, LiputanIslam.com – Militer Iran kembali membuat kejutan, yang kali ini dengan cara memperlihatkan sebuah tipe pesawat nirawak (drone) baru buatannya yang berukuran besar, MQ-1 “Predator” buatan AS, dan diberi nama “Kaman-22” dengan jarak tempuh yang tak tanggung-tanggung; 3000 kilometer.

Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF), Brigjen Aziz Nasirzadeh, Rabu (24/2), menyatakan bahwa drone baru itu akan diproduksi di masa mendatang.

“Saat ini, kami telah mencapai kematangan dan keterampilan penuh dalam membangun berbagai jenis drone yang digunakan untuk misi pertempuran, pengintaian, dan peperangan elektronik. Kami telah mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk membuat berbagai jenis drone berdasarkan kebutuhan, dan kami memiliki agenda produksi jenis drone lain di masa mendatang,” kata Nasirzadeh saat meninjau proyek produksi drone Kaman 22, seperti dikutip FNA.

Dia menjelaskan, “Drone Kaman 22 adalah drone tempur berbadan lebar pertama di negara ini dan mampu membawa semua jenis kargo dengan daya tahan terbang yang sangat tinggi lebih dari 24 jam dan jarak tempuh 3.000 km, yang berkemampuan mengidentifikasi, memantau dan mengumpulkan informasi dan gambar target yang jauh. Kemampuannya membawa semua jenis amunisi pintar akan memberi Angkatan Udara kemampuan tempur yang tinggi.”

Dia juga  mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan meluncurkan drone baru dalam waktu dekat, dan bahwa Angkatan Udara Iran sepenuhnya siap menghadapi segala kemungkinan ancaman musuh.

Situs The Drive menduga drone baru buatan Iran itu tiruan dari drone MQ-1 Predator buatan AS, dengan fitur lain dari MQ-9 Reaper yang lebih canggih.

“Dalam hal ukuran, dan berdasarkan gambar terbatas yang tersedia sejauh ini, Kaman-22 tampaknya lebih cocok dengan Predator yang lebih kecil, yang memiliki panjang 27 kaki, lebar sayap 55 kaki, dan berat kosong 1.130. pound,” tulis The Drive.

Menurut situs ini, perkembangan itu terjadi empat tahun setelah Iran memperlihatkan satu unit MQ-1 Predator milik pasukan AS yang ditangkap pasukan Iran dan kemudian secara keliru oleh Iran disebut sebagai MQ-1C Grey Eagle.

Kaman-22 dilaporkan sedang “dalam tahap akhir produksi.” (mm/fna/thedrive)

Baca juga:

Presiden Rouhani: Pengembangan Kekuatan Militer Iran Bukan untuk Ekspansionisme

Jenderal Esmail Qaani: Kami Siap Meladeni Jika AS Tak Mengerti Kecuali Bahasa Kekerasan

DISKUSI: