Iran Peroleh dan Pelajari Tanggapan AS Soal Pemulihan Perjanjian Nuklir

0
130

Teheran, LiputanIslam.com  Pemerintah Iran mengaku telah menerima dari koordinator Eropa tanggapan pemerintah Amerika Serikat (AS) atas catatan Iran untuk penyelesaian masalah yang tersisa dalam negosiasi pemulihan perjanjian nuklir  2015, yang lazim disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, saat mengumumkan hal tersebut, Rabu (24/8), menyatakan Teheran mulai meninjau dan mengkaji tanggapan AS, dan akan mengumumkan pandangannya kepada koordinator Eropa setelah menyelesaikan kajian.

Sebelumnya, Koordinator Komunikasi Strategis di Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, mengumumkan bahwa Washington menilai keputusan Iran untuk membuat “beberapa konsesi” sebagai langkah positif dalam negosiasi pemulihan JCPOA.

“Iran telah membuat beberapa konsesi, yang memungkinkan kami mencapai titik ini dalam negosiasi di mana kami berada sekarang,” kata Kirby.

Dia menambahkan, “Sekarang kami lebih dekat daripada dua minggu lalu, karena Iran telah memutuskan untuk membuat beberapa konsesi, ini adalah langkah maju yang positif, tetapi saya ingin menambahkan bahwa masih ada celah, dan kami belum mencapai tujuan. ”

Dia kembali mendengungkan tuduhan bahwa Iran berusaha meraih senjata nuklir.

“Adalah kepentingan keamanan nasional AS untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Iran yang bersenjata nuklir menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi pasukan AS dan teman-teman dan sekutu di kawasan itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, “ Tidak ada masalah di Timur Tengah yang mudah diselesaikan ketika Iran dipersenjatai dengan senjata nuklir. Inilah mengapa kami sangat fokus pada hasil diplomatik dari negosiasi untuk kembali ke JCPOA.”

Dia menekankan bahwa terlepas dari apakah kesepakatan nuklir dipulihkan atau tidak, Washington akan terus “menghadapi perilaku jahat Iran di kawasan.”

Mantan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengecam perjanjian nuklir antara Teheran dan Washington, dan menyebutnya “memberi Iran mesin sentrifugal yang kekuatannya 20 kali lebih besar dari yang ia miliki sekarang”.

Dia mengklaim, “Perjanjian nuklir dengan Iran ini jauh lebih buruk daripada perjanjian sebelumnya,  buruk karena membayar uang untuk teror dan agresi Iran di seluruh kawasan.”

JCPOA ditinggal secara sepihak oleh AS pada tahun 2018. Negara-negara  yang tersisa dalam perjanjian ini, yaitu Prancis, Jerman, Inggris, Cina, dan Rusia kini sedang menunggu tanggapan Iran atas tanggapan AS, untuk mengakhiri pembicaraan berbulan-bulan, dan mengumumkan kesepakatan nuklir baru, atau mungkin putaran negosiasi lainnya. (mm/alalam/aljazeera/raialyoum)

Baca juga:

Hari ini Iran Gelar Manuver Drone Pasukan Gabungan di Sepanjang Perbatasan

Iran Tegaskan Tak Mencabut Sumpah Pembalasan Darah Jenderal Soleimani

DISKUSI: