Iran Pamerkan Serpihan Bodi dan Komponen Drone AS yang Tertembak Jatuh

0
97

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC/Pasdaran) untuk pertama kalinya memamerkan  drone pengintai supercanggih MQ-4 milik AS yang ditembak jatuh oleh IRGC karena melanggar zona udara di bagian selatan Iran pada Juni 2019.

Dua video yang menampilkan serpihan itu juga dirilis  oleh Badan Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), Kamis (6/2/2020), beberapa bulan setelah serpihan drone itu diangkat dari kedalaman laut Iran di daerah Ra’as al-Shir.

Komandan Divisi Dirgantara IRGC Brigjen Amirali Hajizadeh di lokasi pameran mengatakan kepada wartawan bahwa drone MQ-4 yang dioperasikan AS tidak memiliki efisiensi lagi terhadap Iran, karena pasukan Iran telah mendapatkan semua frekuensi dan kode pesawat nirawak ini.

“Pesawat ini unik karena dapat terbang di ketinggian optimal dan pergi ke mana saja tanpa mempengaruhi rute penerbangan rutin. Misalnya, ia bisa langsung terbang dari AS  ke Teluk Persia,” terang Hajizadeh.

Dia menambahkan bahwa drone MQ-4 dilengkapi dengan semua jenis perangkat keras spionase karena ukurannya yang sangat besar, termasuk semua jenis sensor, kamera, dan radar SAR, selain superkomputer.

“Pesawat ini sangat berharga, tapi Iran adalah garis merah baginya, sebab kami sekarang akrab dengan semua frekuensi dan kodenya…. Tidak hanya dari jarak 500, 100 atau 150 kilometer, melainkan dari sini di Teheran, kami dapat melumpuhkan pesawat ini dari jarak sekian ribu kilometer,” lanjutnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 20 Juni 2019, IRGC mengumumkan Angkatan Udaranya telah menjatuhkan drone RQ-4A Global Hawk milik AS dengan menggunakan sistem pertahanan udara Khordad-3 buatan Iran sendiri.

IRGC mengatakan pesawat itu dibidik di dekat daerah Kouh-e Mobarak, Provinsi Hormozgan, setelah melanggar zona udara Iran.

Menurut pernyataan itu, drone nahas itu terbang dari salah satu pangkalan AS di bagian selatan wilayah Teluk Persia pada pukul 00:14 waktu setempat, dengan transponder identifikasi yang dimatikan karena melanggar semua aturan penerbangan internasional.

Baca: Agen Spionase AS Tertangkap di Iran dan akan Dihukum Mati

Drone itu terbang diam-diam dari Selat Hormuz menuju kota pelabuhan Chabahar Iran, kemudian menerobos masuk ke zona udara Iran sambil kembali mengarah ke barat Selat dan menghimpun data-data intelijen dan spionase.

Pesawat nirawak pengintai Global RQ-4 Global Hawk dapat terbang di ketinggian optimal selama lebih dari 30 jam, mengumpulkan citra real-time berresolusi tinggi dari wilayah yang luas dalam segala jenis cuaca.

Baca: Ayatullah Khamenei: Perjanjian Abad Ini adalah Rencana Bodoh

Sebelum itu, IRGC pernah menangkap drone ScanEagle AS di atas perairan Teluk Persia ketika memasuki wilayah udara Iran pada Desember 2012.

Unit Pertahanan Udara Iran juga pernah menangkap RQ-170 Sentinel milik AS pada Desember 2011, yang terbang di atas kota Kashmar dekat perbatasan Iran-Afghanistan. Iran kemudian merekayasa ulang perangkat keras dan perangkat lunak pesawat itu untuk menyalin teknologinya. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS: