Iran Nyatakan Mampu Perkaya Uranium 90% dan Cadangan Uraniumnya Meningkat Tiga Kali Lipat

0
126

Teheran, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan negaranya sanggup memperkaya uranium 90% jika diperlukan, sementara Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan simpanan uranium yang telah diperkaya dengan level kemurnian yang tinggi telah meningkat tiga kali lipat sejak Juni lalu.

“Badan Tenaga Atom Iran mampu memperkaya uranium 20% dan 60%, dan sanggup pula memperkayanya 90% jika kami memerlukannya,” ungkap Rouhani, Rabu (14/7), seperti dikutip Fars.

Dia menggaris bawahi bahwa tujuan yang sangat penting bagi negaranya ialah “memenuhi hak bangsa di bidang-bidang teknologi mutakhir, perdagangan, ekonomi serta aktivitas perekonomian dan industri”.

Rouhani yang masa jabatannya akan berakhir pada 3 Agustus mendatang mengakui pihaknya tak akan dapat menghidupkan kembali perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) Iran dengan negara-negara terkemuka dunia dalam sisa waktu beberapa minggu pemerintahannya.

Kantor berita Bloomberg melaporkan bahwa dia berharap pemerintahan Sayid Ebrahim Raisi yang akan segera menggantikannya dapat melanjutkan upaya reaktivasi perjanjian tersebut dengan AS untuk kemudian Negeri Paman ini mencabut semua sanksinya terhadap Iran.

Beberapa jam setelah Rouhani menyatakan demikian, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif memublikasi pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa cadangan uranium Iran yang sudah diperkaya pada level tinggi telah meningkat sekira tiga kali lipat sejak Juni lalu.

Para diplomat pekan ini menyatakan bahwa kemungkinan besar Iran akan kembali kepada perundingan yang bertujuan memulihkan JCPOA yang nyaris buyar secara total sejak AS di bawah kepresidenan Donald Trump keluar darinya pada tahun 2018.

Putaran keenam perundingan Iran dengan Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman di Wina, Swiss, berakhir pada bulan lalu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hubungi Presiden Terpilih Iran, Ismail Haniyeh Puji Hubungan Teheran dengan Hamas

Iran Kutuk Campur Tangan AS di Kuba

DISKUSI: