Iran Luncurkan Pusat Penginderaan Jauh Berbasis Satelit

0
194

Teheran, LiputanIslam.com   Iran mulai menggunakan gambar dan data yang dikirim dari satelit buatan dalam negeri, termasuk Khayyam, setelah meresmikan pusat penginderaan satelit pertama.

Pusat penginderaan jauh pertama untuk satelit dioperasikan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Kepala Badan Antariksa Iran (ISA) Hassan Salarieh dan Menteri ICT Isa Zarepour.

Gedung yang diberi nama Khayyam Remote Sensing Sattlite Center ini mampu menjalankan misi dari kontrol satelit hingga pemrosesan gambar yang diterima dari satelit Khayyam.

Gedung tersebut menjadi pusat utama untuk berkomunikasi dengan satelit Khayyam, yang terhubung dua kali dalam 24 jam, masing-masing di pagi hari dan di malam hari.

Pusat ini memfasilitasi operasi yang terkait dengan analisis citra satelit Khayyam dan menyerahkan data yang dikumpulkan kepada perusahaan berbasis pengetahuan dan lembaga pemerintah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mehdi Farahi menyatakan bahwa ekspor Kementerian Pertahanan Iran telah meningkat tiga kali lipat selama beberapa tahun terakhir.

Dalam sidang khusus bersama Komisi Tinggi Peningkatan Produktivitas Kementerian Pertahanan dan Organisasi Produktivitas Nasional, Farahi mengakan, “Tema  pengembangan teknologi di Kementerian Pertahanan menjadi prioritas karena tema ini merupakan tema bertransformasi dengan cepat, karena itu perlu pengerahan perhatian kepada tema perkembangan teknologi demi mengikuti perkembangan zaman.”

Dia lantas menjelaskan bahwa ekspor Kementerian Pertahanan telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Bertepatan dengan realisasi masalah ini, nilai produk pertahanan kita tetap konstan selama tiga tahun terakhir, dan beberapa di antaranya mengalami penurunan, atau sedikit peningkatan, berbeda dengan tingkat inflasi yang tinggi, dan ini terjadi karena biaya yang sangat rendah dan peningkatan produktivitas di Departemen Pertahanan,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Pertahanan saat ini bekerjasama dengan 7000 perusahaan swasta dan 500 perusahaan pengetahuan.

Dia mengatakan, “Sebagai hasil dari rendahnya biaya, telah dilakukan pengembangan reformasi operasi serta pengembangan teknologi dan jaringan kolaborator dengan Kementerian Pertahanan. Dewasa ini kami memiliki pertukaran finansial sebesar 50 ribu miliar toman dengan perusahaan-perusahaan ini, dan ini dicapai dalam kaitannya dengan reformasi proses dan peningkatan produktivitas. (mm/fna/alalam)

Baca juga:

Iran Bantah Kirim Senjata untuk Rusia

Hasil Penyelidikan: Mahsa Amini Meninggal karena Penyakit, Bukan Penganiayaan

DISKUSI: