Iran Konfirmasi Terjadinya Ledakan pada Kapalnya di Laut Merah

0
154

Teheran, LiputanIslam.com –   Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi terjadinya ledakan pada kapal logistik Saviz milik negara ini di Laut Merah, namun sumber ledakan belum diketahui.

“Kapal berbendera Iran, Saviz, mengalami kerusakan ringan dalam ledakan di Laut Merah dekat pantai Djibouti pada Selasa sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Asal dan penyebabnya sedang diselidiki,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, Rabu (7/4)

Dia menjelaskan, “Berdasarkan pengumuman resmi sebelumnya dan koordinasi dengan Organisasi Maritime Ointernasional sebagai badan rujukan, kapal sipil Saviz ditempatkan di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden untuk memberikan keamanan maritim di sepanjang jalur pelayaran dan untuk memerangi perompak.”

Dia menambahkan, “Kapal ini secara praktis bertindak sebagai stasiun logistik Iran di Laut Merah, dan oleh karena itu spesifikasi dan misi kapal ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi kepada organisasi tersebut.”

Menurut Khatibzadeh, tidak ada korban yang dilaporkan akibat insiden itu, dan  sedang dilakukan investigasi teknis untuk mengetahui bagaimana insiden itu terjadi..

“Iran akan mengambil semua tindakan yang diperlukan melalui otoritas internasional dalam hal ini,” tegasnya.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Israel memberi tahu AS bahwa pasukan Israel telah menyerang kapal Iran pada hari Selasa sekitar pukul 07:30 waktu setempat. Pejabat Israel belum mengkonfirmasi laporan tersebut.

Sementara itu, sebuah sumber dari Perusahaan Suriah untuk Transportasi Minyak melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak Iran telah tiba di terminal minyak Baniayas, Suriah.

Sumber anonim itu mengatakan kepada RT bahwa kapal tanker itu membawa satu juta barel minyak, dan dia tidak mengkonfirmasi ataupun menyangkal informasi bahwa kapal tanker Iran itu adalah satu dari empat kapal yang akan tiba secara berurutan ke pelabuhan Suriah.

Suriah belakangan mengalami krisis bahan bakar dan transportasi akibat penundaan kedatangan pasokan minyak.

Perdana Menteri Suriah, Hussein Arnous, beberapa hari lalu berjanji bahwa krisis akan berakhir pada akhir pekan ini, sementara warga Suriah berharap kedatangan kapal tanker tersebut akan membantu meringankan krisis bahan bakar dan transportasi. (mm/fna/alalam)

Baca juga:

Kapal Kargo Iran Terkena Serangan di Laut Merah

Jenderal IRGC: Misi AS di Irak Gagal, Pasukannya akan Segera Terusir dari Kawasan

DISKUSI: