Zarif : Latihan Perang Laut Bersama Iran, Rusia dan Cina Demi Keamanan Jalur Perairan Vital

0
199

Kapal perusak AL Cina Jenis 052D Xining saat latihan bersama angkatan laut Iran-Rusia-Cina di Samudera India dan Teluk Oman pada 27 Desember 2019. (AFP)

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa latihan perang bersama angkatan lautnya dengan Cina dan Rusia di Samudra Hindia dan Laut Oman merupakan penegasan kembali atas tekad untuk mengamankan jalur perairan vital.

“Latihan militer bersama kami di Laut Oman / Samudra Hindia bersama mitra kami, Rusia dan China, menegaskan komitmen kami yang lebih luas untuk mengamankan jalur perairan vital,” tulis Zarif di Twitter, Jumat (27/12/2019).

Iran mulai menggelar latihan perang laut bersama dengan Rusia dan Cina di kawasan utara Samudera Hindia, Jumat (27/12/2019).

Perwira Iran Laksamana Muda Gholamreza Tahani mengatakan bahwa latihan itu dimulai dengan keberangkatan kapal tiga negara tersebut dari pelabuhan Chabahar Iran di Teluk Oman kemudian menyebar di wilayah utara Samudera Hindia.

Menurutnya, latihan perang maritim bersandi “Sabuk Keamanan Laut” itu mencakup  kawasan seluas 17.000 kilometer persegi dan terdiri atas “berbagai latihan taktis”, termasuk target berlatih dan menyelamatkan kapal dari serangan dan insiden seperti kebakaran.

“Latihan ini antara lain bertujuan meningkatkan keamanan perdagangan maritim internasional, melawan pembajakan laut dan terorisme, bertukar informasi mengenai operasi penyelamatan dan pengalaman operasional dan taktis,” terangnya.

Baca: Cina, Iran, dan Rusia akan Gelar Latihan AL di Teluk Oman dan Samudera Hindia

Mengenai pentingnya manuver ini, Tahani menyebutkan status Samudera Hindia sebagai lautan ketiga terbesar di dunia yang di pesisirnya terdapat banyak negara penting serta terhubung dengan tiga selat strategis Hormuz, Malaka dan Bab el-Mandeb.

Dilaporkan bahwa dalam latihan ini Iran mengerahkan kapal perusak Sahand dan Alborz, kapal perang logistik Kenarak dan Tonb, kapal rudal Neyzeh, dan kapal rumah sakit Nazeri.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian Kamis lalu mengumumkan bahwa kapal perusak berpemandu peluru kendali Xining Beijing akan andil dalam latihan tersebut.

Baca: AL Iran Sebut AS Antagonis Tapi Tak Berani Serang Iran

Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia Jumat kemarin, seperti dilansir surat kabar resmi angkatan bersenjata Rusia, Red Star, menyatakan bahwa Negeri Beruang Merah ini telah mengirim tiga kapal dari Armada Baltiknya, yaitu fregat Yaroslav Mudry, kapal tanker Yevgeniy Khorov dan kapal tunda penyelamatan Yel’nya – untuk dilibatkan dalam latihan perang itu.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa baru sekarang latihan perang bersama diadakan dengan format demikian. (mm/presstv)

DISKUSI: