Iran dan Pakistan Bahas Situasi Palestina

0
109

Islamabad, LiputanIslam.com   Menlu Iran dan Menlu Pakistan dalam pembicaraan telepon pada hari Jumat (6/1) bertukar pikiran mengenai perkembangan situasi di Palestina pendudukan menyusul aksi provokatif anggota kabinet Zionis Israel di komplek Masjid Al Aqsa.

Menlu Pakistan Bilawal Bhutto Zardari di akun Twitter resminya pada Jumat malam (6/1) menyatakan, “Saya bernegosiasi dengan Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amirabdollahian tentang status saat ini di Palestina.”

Mengekspresikan kepuasan tentang pembicaraannya dengan menteri luar negeri Iran, Zardari menambahkan, “Dalam pembicaraan telepon kami bertukar pandangan tentang langkah rezim Zionis dan invasinya terhadap Masjid Al Aqsa belakangan ini.”

Zardari Mengekspresikan kepuasannya atas pembicaraan dengan sejawatnya dari Iran, Hossein Amir-Abdollahian.

“Dalam pembicaraan telepon, kami bertukar pandangan tentang tindakan rezim Zionis baru-baru ini dan invasi terhadap Masjid Al Aqsa,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Pakistan mengutuk keras tindakan Israel itu, dan sekali lagi menekan pendirian Islamabad mengenai perlunya pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan sebelum 1967, yang beribukota di Al-Quds (Yerusssalem), sesuai resolusi DK PBB dan  penekanan berulang OKI.

Rabu lalu, Kemlu Pakistan, juga merilis statemen mengecam keras pelanggaran rezim Zionis terhadap kesucian Masjid Al Aqsa, yang telah memperburuk suasana di tanah pendudukan Palestina.

Menteri Keamanan Dalam Negeri baru Israel, Itamar Ben-Gvir, beberapa hari lalu bersama dengan sejumlah Zionis lainnya, dan mengandalkan dukungan pasukan militer, melakukan tindakan provokatif dengan mendatangi komplek Masjid Al Aqsa dari Gerbang Al-Mughariba.

Aksi itu tak pelak menuai protes luas dari umat Islam dan banyak negara Islam, termasuk Iran dan Pakistan. (mm/irna)

Baca juga:

Menlu Iran Sebut Israel Menghadapi “Konsekuensi Berat” atas Penistaan Masjid Al-Aqsa

Kedatangan Menteri Israel ke Masjid Aqsa Dibanjiri Kecaman

 

DISKUSI: