Teheran, LiputanIslam.com – Mengenai pembicaraan antara Mesir dan Iran belakangan ini, seorang diplomat Mesir mengatakan bahwa kedua belah pihak telah membuat langkah besar dalam upaya menyatukan pandangan tentang beberapa masalah regional.
Kepada saluran Al-Araby Al-Jadeed, dia mengungkapkan, “pembicaraan Mesir-Iran berlangsung selama beberapa hari terakhir, di mana disepakati untuk beranjak ke serangkaian pertemuan penjajakan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para pembuat keputusan di kedua negara, serupa dengan pertemuan penjajakan yang berlangsung antara pejabat di Mesir dan Turki.”
Seperti dikutip saluran Al-Alam milik Iran, Selasa (11/7), diplomat anonim Mesir itu menjelaskan, “Ada komite bersama dari kedua belah pihak saat ini, yang bertanggung jawab mengatur dan mengoordinasikan langkah-langkah terkait dengan proses pemulihan hubungan antara kedua negara dan mengidentifikasi isu dan masalah yang memerlukan penghapusan perbedaan tentangnya, di tengah hasrat kedua belah pihak untuk pengembangan hubungan ini dalam kerangka perubahan terkini di kawasan.”
Sementara itu, seorang diplomat Mesir lain berkata, “Apa yang membuat gerakan di pihak Mesir sejauh ini lambat mengenai proses pemulihan hubungan antara kedua negara, adalah perbedaan visi dalam lingkaran-lingkaran keamanan.”
Dia juga menyebutkan, “Pada tingkat diplomatik, Kementerian Luar Negeri telah menginformasikan kepada pimpinan negara tentang kesiapannya untuk memulai pembicaraan resmi secepat mungkin.”
Diplomat yang sama menembahkan bahwa pihak Mesir dan Iran “dalam berbagai pembicaraan yang terjadi di bawah mediasi Irak dan Oman, tentu telah membuat langkah besar untuk mendekatkan pandangan khusus mengenai beberapa isu regional.”
“Isu paling menonjol yang mengalami pemulihan hubungan antara kedua belah pihak selama periode terakhir adalah isu situasi di Jalur Gaza, hubungan antara Teheran dan faksi-faksi perlawanan Palestina, serta isu penentu keamanan nasional Mesir,” ujarnya.
Menurutnya, sudah ada “kesepakatan mendasar yang jelas kedua pihak untuk tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing”.
Dia juga memastikan adanya beberapa pembicaraan baru antara para pejabat keamanan kedua negara, menyusul kunjungan Perdana Menteri Irak Mohammad Shia Al-Sudani ke Kairo pada pertengahan Juni lalu. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana persisnya pembicaraan itu, apakah dengan pertemuan langsung antara kedua pihak, ataukah sekedar komunikasi. (mm/alalam)
Baca juga: