Iran dan Kuba Galang Aliansi Melawan AS

0
119

Havana, LiputanIslam.com –  Menteri luar Negeri Iran Mohammad Javad Zaif tibag Havana, ibu kota Kuba, Jumat (6/11/2020), untuk melakukan pembicaraan dengan sejawatnya di sana, Bruno Rodriguez, terutama dalam rangka saling dukung dalam menghadapi sanksi Amerika Serikat (AS).

Surat kabar resmi Kuba Granma, Jumat (6/11/2020), menyebutkan bahwa Zarif dan Rodriguez akan memperlihatkan “solidaritas timbal balik antara kedua negara dalam menghadapi pengetatan sanksi pemerintah AS saat ini terhadap negara-negara yang tidak tunduk pada keinginannya”.

Pada tahun 2018, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir penting yang ditandatangani antara Iran dan beberapa negara terkemuka dunia pada tiga tahun sebelumnya.

Setelah itu AS menerapkan kembali sanksi ketat sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum” untuk melumpuhkan ekspor minyak Iran.

Di sisi lain, AS juga telah mengumumkan lebih dari 130 langkah untuk memperkuat embargo yang dialami Kuba sejak 1962.

Granma melaporkan “Kuba akan mendukung penggunaan energi dan teknologi nuklir secara damai untuk berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi, dan akan mengutuk keputusan pemerintah AS menarik diri secara sepihak dari  Perjanjian Nuklir dengan Iran.”

Zarif berkunjung ke Kuba dua hari setelah mengunjungi Venezuela, sekutu regional Iran lain yang juga terkena sanksi AS.

Menurut Granma, Zarif dan Rodriguez “akan membicarakan kemungkinan hubungan dan kerjasama komersial” dengan Wakil Perdana Menteri Kuba Ricardo Cabrisas.

Duta Besar AS di Havana, Michael Kozak, berkomentar miring di Twitter mengenai kunjungan Zarif tersebut.

“Zarif Iran dan rezim Castro memiliki banyak kesamaan: pelanggaran HAM, otoriterisme, pencurian kekayaan Venezuela, dan penyebaran pengaruh buruk mereka ke seluruh dunia. Hubungan mereka menegaskan kurangnya legitimasi mereka, ”cuit Kozak.

Disebutkan bahwa Zarif akan mengakhiri kunjungannya ke wilayah itu setelah menghadiri pelantikan presiden terpilih Bolivia Luis Arce, Ahad (8/11/2020). (mm/aljazeera)

Baca juga:

Rouhani: Tak Penting Siapa Presiden AS Selanjutnya

[Video]: Konflik Karabakh, Iran Kerahkan Pasukan Bersenjata Berat ke Perbatasan

DISKUSI: