Iran dan Hizbullah Kutuk Serangan Teror di Istanbul

0
264

Teheran, LiputanIslam.com   Republik Islam Iran dan kelompok pejuang Hizbullah Lebanon mengutuk serangan teror mematikan yang terjadi pada Ahad lalu di kota Istanbul, Turki.

Menlu Hossein Amir-Abdollahian menegaskan negaranya mengutuk serangan itu dan turut berduka cita bersama pemerintah dan rakyat Turki atas insiden tragis tersebut, serta menyebut terorisme sebagai fenomena yang “tercela” di mana pun di dunia.

Amir-Abdollahian menyapai pernyataan itu di akun Twitter-nya dalam unggahan berbahasa Turki, Senin (14/11), sehari setelah ledakan kuat mengguncang jalan Istikla, Istanbul, yang dipadati orang.

Sebanyak enam orang tewas dan sedikitnya 81 lainnya luka-luka dalam ledakan tersebut. Pihak berwenang menyatakan korban tewas antara lain pekerja pegawai kementerian pemerintah dan putrinya, dan sebanyak lima orang sedang dirawat secara intensif di rumah sakit dengan kondisi dua di antaranya kritis.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

“Sembari menyampaikan belasungkawa dan simpati kami kepada pemerintah dan rakyat Turki yang ramah dan bersaudara, kami mengutuk keras aksi teroris dan penargetan orang tak bersalah di Istanbul,” tulis Amir-Abdollahian.

“Terorisme tercela dan dikutuk baik di Taksim maupun di Shah Cheragh dan di mana pun di dunia,” tambahnya, mengacu pada Lapangan Taksim di kota Istanbul, Turki, serta serangan teror di Makam  Shah Cheragh di kota Shiraz, Iran.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menyalahkan militan Kurdi atas ledakan bom di Istanbul, dan menyebutkan bahwa tak kurang dari 46 tersangka telah ditangkap, termasuk pelaku pengeboman.

Soylu mengatakan perintah serangan diberikan di Kobani, sebuah kota di Suriah utara, di mana pasukan Turki telah melakukan operasi terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) dalam beberapa tahun terakhir.

Tersangka pembom telah diidentifikasi sebagai seorang wanita Suriah. Polisi mengatakan wanita itu mengaku dilatih oleh militan yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK) Turki di Suriah utara.

Ankara menyebut  Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang didukung Washington dalam konflik di Suriah, sebagai sayap PKK.

Serangan baru-baru ini telah memicu kekhawatiran bahwa Turki mendapat serangan teror lagi secara lebih intensif seperti pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2017.

PKK membantah terlibat dalam serangan di Istanbul, dan mengaku tidak akan menyerang warga sipil.

“Tidaklah beralasan bagi kami untuk menargetkan warga sipil dengan cara apa pun,” ungkap PKK.

Sementara itu, kelompok pejuang Hizbullah Lebanon turut mengutuk serangan teror Istanbul  serta menyatakan belasungkawa terutama kepada keluarga para korban.

“Kami berkeyakinan bahwa seluruh dunia, terutama pemerintah dan bangsa-bangsa di kawasan kita ditutut untuk bersikap tegas di semua level politik, intelektual dan praktik terhadap kelompok-kelompok pembunuh dan teroris,” ungkap Hizbullah.

Hizbullah juga menyebutkan bahwa tidak ada negara di dunia yang kebal dari kerusakan dan bahaya kelompok teroris, dan menyerukan tindakan dan sikap bersatu melawan terorisme. (mm/presstv/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Istanbul Diguncang Bom, Enam Tewas, 81 Terluka

Turki Tangkap Wanita Terduga Pelaku Ledakan Istanbul

DISKUSI: