Iran Bebaskan 83% Tahanan Insiden Kerusuhan Pasca Kematian Mahsa Amini

0
110

Teheran, LiputanIslam.com   Jaksa Penuntut Umum Teheran, ibu kota Iran, Ali Alqasi-Mehr, mengumumkan bahwa 83% orang yang ditangkap terkait dengan kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Teheran telah dibebaskan.

Alqasi-Mehr menekankan bahwa jumlah tahanan dalam kerusuhan itu sangat sedikit, dan mereka termasuk elemen utama dan pemimpin aksi kerusuhan.

Pada tanggal 13 Desember lalu, Jaksa Penuntut Umum Teheran mengumumkan hukuman penjara terhadap 400 orang atas keterlibatan mereka dalam kerusuhan.

Seperti diketahui, gelombang demonstrasi sempat melanda Iran menyusul kematian wanita muda Kurdi Iran, Mahsa Amini, pada 16 September, saat dia ditahan di kantor polisi untuk mendapat bimbingan setelah diketahui melanggar aturan berbusana Islami. Dua orang telah dijatuhi hukuman mati terkait aksi rusuh.

Iran memastikan negara-negara Barat, Israel dan Arab Saudi telah menebar hasutan dan mengobarkan kerusuhan.

Menanggapi pertanyan seorang jurnalis mengenai pengumuman Teheran pada Ahad lalu tentang penangkapan tujuh orang yang terkait dengan Inggris, juru bicara Kementerian Luar Negeri Nasser Kanaani mengatakan, “Beberapa negara, terutama yang Anda sebutkan, memainkan peran non-konstruktif terkait perkembangan terakhir di Iran.”

Dia menambahkan bahwa peran negara-negara itu “sangat destruktif dan menghasut orang agar melakukan kerusuhan.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

IRGC Cokok Tujuh Gembong Kriminal yang Terafiliasi dengan Inggris

Iran Sebut Tudingan Barat Mengenai Ukraina Pertanda Efektivitas Drone Iran

DISKUSI: