Iran Bantah Tuduhan Tawarkan Hadiah kepada Taliban

0
90

Teheran, LiputanIslam.com –  Teheran membantah klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Iran menawarkan hadiah kepada Taliban jika kelompok militan di Afghanistan ini menyerang pasukan AS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzade, Selasa (18/8/2020), menyebut klaim baru AS itu bagian dari propaganda AS untuk “menutupi” kesalahan perhitungannya di Afghanistan.

Rusia juga pernah dituduh memberi hadiah kepada Taliban, dan Moskow lantas membantahnya.

Sehari sebelumnya, sebuah laporan di CNN mengklaim bahwa apa yang disebut anugerah atau hadiah (bounty) itu “dibayarkan oleh pemerintah asing, yang diidentifikasi CNN sebagai Iran, ke jaringan Haqqani – sebuah kelompok teroris yang dipimpin oleh pemimpin tertinggi kedua Taliban – untuk serangan mereka ke Pangkalan Udara Bagram pada 11 Desember.”

Khatibzade menyatakan AS seharusnya “bertindak secara bertanggung jawab” dan mengakhiri “kehadiran bencana” di Afghanistan daripada mengkambing hitamkan pihak lain.

Pada tahun 2001 AS memimpin koalisi militer sekutunya untuk menginvasi Afghanistan dan menggulingkan rezim Taliban yang mereka anggap melindungi dan menyembunyikan kelompok teroris Al-Qaeda.

Sejak itu, Afghanistan kacau, dan sampai sekarang negara miskin ini masih kerap dilanda serangan teroris yang menjatuhkan banyak korban tewas dan luka. (mm/presstv)

Baca juga:

Barang Yang Disita oleh AS Diakui Iran sebagai Minyaknya, Namun Ada Tapinya

Menlu Iran Kecam Normalisasi Hubungan UEA-Israel

DISKUSI: