Iran Bantah akan Serang Pasukan AS di Irak

0
449

Teheran, LiputanIslam.com –   Teheran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Iran akan menyerang pasukan AS di Irak, dan menegaskan kembali pendirian Teheran bahwa Iran tidak akan memulai perang, tapi siap meladeni segala bentuk agresi.

“Iran tidak memulai perang, tapi memberi pelajaran kepada mereka yang melakukannya,” cuit Mohammad Javad Zarif di Twitter, Kamis (2/4/2020), sehari setelah Trump mengklaim bahwa “Iran atau penguasanya sedang merencanakan serangan diam-diam terhadap pasukan AS dan atau aset di Irak”.

Zarif menepis tuduhan ini sembari menyatakan Iran bukan memiliki “proksi” di Irak, melainkan teman.

Pekan lalu, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 20 perusahaan atas tuduhan bahwa mereka memberikan dukungan kepada  Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Pasukan Quds IRGC, serta dua kelompok pejuang Irak Brigade Hizbullah Irak dan gerakan Asa’ib Ahl al-Haq yang sama-sama merupakan elemen pasukan relawan besar Irak Hashd Shaabi.

Teheran berulang kali menegaskan bahwa ancaman dan tuduhan AS tidak berdasar, dan siap membela kepentingannya di kawasan.

Sumber-sumber keamanan Irak Ahad lalu menyatakan AS mengerahkan pasukan barunya ke pangkalan Ain al-Asad di provinsi Anbar, Irak barat,  di saat tersiar laporan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan eskalasi baru di Negeri 1001 Malam.

Kamis pekan lalu Kata’ib Hezbollah  faksi utama Hashd Shaabi  mengungkapkan bahwa militer AS sedang bersiap untuk melakukan operasi udara besar-besaran yang didukung oleh angkatan daratnya terhadap pangkalan-pangkalan pasukan Hashd Shaabi yang saat ini sibuk membantu Baghdad dalam perang melawan pandemi Covid-19.

Sehari kemudian, The New York Times melaporkan bahwa Pentagon telah memerintahkan perencana di Komando Pusat militer AS dan di Irak untuk menyusun strategi untuk membongkar Kata’ib Hezbollah.

Baca: AS Daratkan Balon Pengintainya di Irak, Pertanda Konfrontasi?

Namun, komandan senior AS di Irak telah memperingatkan bahwa kampanye demikian berbahaya, kontraproduktif dan berisiko perang dengan Iran.

Mayjen Yahya Rahim Safavi Penasehat militer Pemimpin Besar Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei Rabu lalu memperingatkan Washington ihwal konsekuensi  “tindakan provokatif” AS di Irak.

Dia mengatakan, “Kami menyarankan politisi dan militer AS untuk bertanggung jawab atas konsekuensi tindakan provokatif mereka… Setiap tindakan AS akan menandai kegagalan strategis yang bahkan lebih besar dalam rapor presidennya saat ini .”

Para pejuang Irak sendiri bersumpah akan melawan segala bentuk agresi AS.

Baca: Para Pejuang Irak Nyatakan Siap Bertempur Melawan AS

(mm/presstv)

DISKUSI: