Iran akan Luncurkan “Drone Raksasa Kaman 22”

0
158

Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Udara (AU) Iran menyatakan bahwa drone raksasa “Kaman 22” yang dikembangkan di dalam negeri akan bergabung dengan AU Iran sebelum akhir tahun ini dalam kalender Iran (Maret 2021).

Brigjen Aziz Nasirzadeh, Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) menyebutkan hal itu dalam wawancara online tentang pencapaian terbaru di bidang AU, Jumat (5/2).

Menjawab pertanyaan mengenai perbedaan antara angkatan udara Iran sebelum dan sesudah Revolusi Islam 1979, Nasirzadeh mengatakan bahwa AU Iran sebelum revolusi sangat bergantung pada impor dari negara-negara Barat, namun setelah revolusi sebagian besar kekuatan udara diproduksi oleh para ahli Iran di dalam negeri.

“Kami juga membuat dua jenis pesawat di dalamnya, Saegheh dan Kowsar. Sehubungan dengan peralatan, armada kami telah berkembang, namun perbedaan yang paling mencolok adalah melatih pasukan manusia kami sendiri… Singkatnya, angkatan udara kita sekarang jauh lebih siap, lebih baik, lebih termotivasi, dan lebih siap daripada sebelum era revolusi,” terang Nasirzadeh.

Dia menambahkan bahwa pilot untuk menerbangkan pesawat berawak dan nirawak dilatih di Universitas Udara Shahid Sattari, dan produksi massal jet tempur Kowsar terus berlanjut.

Dia lantas menyebutkan bahwa negaranya akan membuat drone lain yang signifikan.

“Para ahli Iran di industri penerbangan akan membuat drone lain pada akhir tahun, salah satunya signifikan, dan ini adalah pekerjaan yang sangat baru yang akan diluncurkan, Insya Allah,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa drone raksasa bernama Kaman 22 yang mampu membawa bahan peledak seberat 300kg akan bergabung dengan armada drone bersenjata Iran, dan pengerjaan drone itu sudah masuk tahap akhir untuk kemudian diresmikan sebelum akhir Bulan Bahman, yang berakhir pada 18 Februari.

Brigjen Nasirzadeh juga mengatakan bahwa IRIAF sedang mempercepat pencapaian drone yang dilengkapi dengan nanoteknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dia menekankan bahwa Iran berhak mengembangkan drone yang dilengkapi dengan nanoteknologi dan AI serta satelit nano dan peluncur udara sesuai dengan kepentingan nasionalnya. (mm/mna)

Baca juga:

Iran Pasang Mesin Sentrifugal Baru di Dua Pabrik Nuklirnya

AS Nyatakan Belum Ada Kontak Apapun dengan Iran

 

DISKUSI: