Irak Gagalkan Penyelundupan Senjata Terbesar ke Iran

0
284

Sulaymaniyah, LiputanIslam.com   Pasukan Irak di kota Sulaymaniyah, Irak utara, menggagalkan operasi penyelundupan senjata terbesar ke Iran.

Media Irak, Jumat (2/12), menerbitkan gambar senjata yang berhasil disita dalam proses penggagalan penyelundupannya ke Iran.

Disebutkan bahwa penyelundupan itu diupakan oleh pihak-pihak tertentu ketika Iran dilanda aksi protes yang didukung oleh pihak-pihak asing dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Islam Iran yang gigih mendukung Palestina dan menggalang resistensi anti AS dan Israel.

Berita penggagalan penyelundupan senjata itu beredar ketika Presiden Iran Ibrahim Raisi berkunjung ke kota Sanandaj, ibu kota Provinsi Kurdistan Iran di bagian barat negara ini.

Terkait kunjungan untuk pengoperasian proyek pembangunan ini beredar video dan foto penyelenggaraan shalat jamaah di mana Presiden Raisi yang bermazhab Syiah bermakmum kepada seorang imam Sunni.

Sementara itu, komandan Markas Hamzah Sayyid al-Syuhada  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Muhammad Taqi Osanloo menyatakan pihaknya bisa menyerang pemimpin salah satu kelompok bersenjata yang gigih berusaha menyerang Iran, tapi hal itu tidak dilakukan oleh IRGC karena pemimpin “kelompok teroris” itu tinggal bersama istri dan keluarganya.

“Kami bisa menargetkan pemimpin salah satu kelompok teroris ini, tetapi kami tidak melakukannya karena dia bersama istri dan keluarganya,” ujar Osanloo

Dia menambahkan: “Kami telah menyiapkan berkas yang jelas tentang teroris musuh yang ditampung oleh otoritas Kurdistan Irak, dan kami menuntut agar mereka diserahkan ke Iran.”

Dia juga mengatakan: “Kami berhasil melukai salah satu pemimpin kelompok teroris, yang dipindahkan ke rumah sakit di Erbil, dan dia adalah sekjen para penebar kerusuhan.”

Mengenai Amerika Serikat (AS) dia mengatakan, “Kami tahu bahwa para pejabat Kurdistan Irak tak menyembunyikan hubungannya dengan AS, dan kamipun tak mencampuri urusan ini, tapi kami menolak segala bentuk keberadaan AS di perbatasan (bersama Irak) dengan kami, dan kami akan menghadapi AS sehingga Kurdistan Iraklah yang akan membayar mahal.” (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Wakil Menteri Perindustrian Iran Dikabarkan Luka Parah Diserang Orang Tak Dikenal

Presiden Raisi: Musuh Salah Perhitungan dalam Memicu Kerusuhan di Iran

DISKUSI: