Ini Tanggapan Pertama Hizbullah atas Putusan Mahkamah Internasional Mengenai Pembunuhan Rafik Hariri

0
158

Beirut, LiputanIslam.com –  Seorang politisi Hizbullah angkat bicara dan mengeluarkan pernyataan pertama kelompok pejuang ini mengenai putusan Pengadilan Khusus untuk Lebanon (STL) terkait pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri.

Dalam pernyataan kepada TV Al-Mayadeen, anggota parlemen Lebanon dari kelompok Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan, “Posisi Hizbullah di pengadilan sudah diketahui dan prinsipal, dan itu (STL) tentu inkonstitusional… Kami juga memiliki pendirian prinsipal mengenai perlunya penyingkapan fakta pembunuhan Perdana Menteri Rafik Hariri.”

Fadlallah memastikan pendirian Hizbullah di STL tidak berubah, baik sebelum maupun setelah putusan itu, dan menegaskan kembali pernyataannya .

“Kami tidak peduli dengan apa yang dikeluarkan olehnya,” tegasnya, seperti dikutip Al-Masdar, Kamis (21.8/2020).­­­

“Terlepas dari semua interpretasi keputusan pengadilan, kami di Hizbullah memutuskan untuk tidak melakukan penilaian atas apa yang dikeluarkan itu… Masing-masing pihak mengevaluasi putusan pengadilan dari sudutnya, dan kami tidak melihat perlunya melakukan evaluasi apa pun, sebab itu bukan urusan kami,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, “Kami melihat di layar ada orang-orang yang mencoba menginvestasikan darah syahid Hariri dengan penghinaan, untuk menyeret kami ke dalam penghasutan… Di depan semua penghinaan ini, ada kesabaran yang luar biasa dari kubu resistensi untuk mencegah mereka dari hasutan.”

Fadlalallah menekan bahwa Hizbullah menjunjung perdamaian sipil, dan menegaskan bahwa “tidak ada pilihan untuk seluruh masyarakat Lebanon selain kerjasama, dialog, dan persatuan.”

Mahkamah Pidana Internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda, memvonis Salim Jamil Ayyash, dan membebaskan tiga orang lainnya dalam persidangan yang menangani kasus teror peledakan besar yang menewaskan Hariri dan 21 orang lainnya pada tahun 2005.

Meski Ayyash disebut-sebut sebagai anggota Hizbullah, namun di pengadilan tidak ditemukan bukti bahwa para petinggi Hizbulllah maupun pemerintah Suriah berada di balik teror mengerikan tersebut. (mm/amn)

Baca juga:

Pengadilan Internasional Salahkan Seorang Anggota Hizbullah dalam Pembunuhan Rafik Hariri

Presiden Libanon Sebut “Tak Mungkin” Senjata Hizbullah Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut

DISKUSI: