Ingatkan Israel, AS: Hizbullah Bersiap Melancarkan Operasi Militer

0
9

TelAviv, LiputanIslam.com  Intelijen Amerika Serikat (AS) memberitahu Rezim Zionis Israel bahwa kelompok pejuang Hizbullah Libanon sedang “merencanakan aksi militer”, ungkap media Israel, Senin (12/9).

Mantan konsul Israel di Los Angeles Jacob-Shaul Dayan mengatakan Israel tidak membutuhkan intelijen dari AS, “tetapi itu selalu merupakan hal yang baik karena ada kerjasama yang luar biasa antara Israel dan AS.”

“Saya yakin semua itu tergantung kesepakatan gas yang akan ditandatangani, dan mereka ingin memastikan kesepakatan itu benar-benar ditandatangani,” ujarnya.

Pengamat politik Haim Ramon kepada saluran 13 Israel mengatakan, “Tentu saja, ada tekanan AS. Dalam pembicaraan antara Perdana Menteri (Israel) Yair Lapid dan Presiden (AS, Joe) Biden, mereka juga membicarakan hal itu, dan bukan program nuklir Iran pada khususnya,”

Dia menambahkan, “Pihak AS sangat menginginkan perjanjian ini, dan saya percaya perjanjian ini sangat penting bagi Israel.”

Ketegangan meningkat ke tahap yang sama sekali baru antara Lebanon dan Israel setelah Israel mengumumkan sedang mengeksplorasi gas di ladang Karish yang disengketakan, serta tindakannya menggunakan kapal pengeboran minyak Yunani dari Energean pada bulan Juni.

Ketegangan memuncak ketika Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah memperingatkan bahwa ekstraksi gas Israel itu adalah tindakan terlarang karena dilakukan tanpa perjanjian demarkasi yang menjamin hak Lebanon untuk mengekstraksi gasnya dari Laut Mediterania.

Website Channel 14 Israel melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung antara Lebanon dan Israel mengenai demarkasi perbatasan laut menunjukkan kemungkinan untuk mencapai “penyelesaian permanen”, meskipun “beberapa pihak di Israel percaya bahwa akan ada konsesi yang menyakitkan, terutama mengenai rincian dalam perjanjian.”

Media Israel pekan lalu mengutip pernyataan seorang pejabat senior Israel di sektor gas bahwa perjanjian demarkasi perbatasan maritim yang terjalin dengan Lebanon merupakan penyerahan penuh Israel dan kemenangan besar bagi Sekjen Hizbullah.

Pada Agustus, Sayid Nasrallah mengancam ,”Jika Lebanon tidak mendapatkan hak-hak yang dituntut oleh negara Lebanon maka kita sedang menuju eskalasi.”

Pada tanggal 31 Juli, Hizbullah merilis video berisi pesan tegas serta menampilkan koordinat anjungan gas Israel di lepas pantai Palestina pendudukan. (mm/almayadeen)

Baca juga:

Hizbullah Berpotensi Merangsek ke Israel di Perang Mendatang

Kepala Staf Militer Israel Tuding Hizbullah Sandera Pemerintah Lebanon

DISKUSI: