Ikuti Webinar Iran Soal Palestina, Ketua DPR RI Tegaskan Kesolidan Dukungan RI kepada Palestina

0
161

Teheran, LiputanIslam.com  Teheran, ibu kota Republik Islam Iran, menjadi tuan rumah webinar antarparlemen mengenai Palestina, yang melibatkan 20 negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (18/1).

Forum yang mengangkat slogan “Al-Quds menyatukan kita-bersama melawan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis” ini membahas penolakan terhadap normalisasi hubungan dengan Israel serta pengaruh transformasi internasional terhadap isu Palestina.

Dalam forum ini ketua parlemen Iran Mohammad Baghir Ghalibaf mengatakan, “Musuh berusaha menyasar umat Islam melalui penerapan sanksi dan tindakan naif sepihak serta ancaman dan gangguan.”

Dia menambahkan, “Tak syak lagi bahwa pentingnya isu Palestina telah mendorong kita selaku wakil parlemen antarnegara Islam dan parlemen negara-negara pendukung Palestina untuk bertemu dengan berfokus pada slogan Quds sebagai poros persatuan kita bersama melawan normalisasi (hubungan dengan Israel).”

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya menyebut pertemuan itu bertujuan memberi dukungan kepada Palestina di tengah tantangan baru terkait “Deal of the Century”, “Abraham Accord”, dan rencana aneksasi Israel di Tepi Barat (West Bank), dan normalisasi hubungan Israel dengan beberapa negara Timur Tengah, serta komitmen membantu penanganan pandemi COVID-19.

Dia menyerukan kepada semua negara yang hadir pada pertemuan tersebut untuk tetap solid dan terus memperkuat dukungan terhadap Palestina sehingga bangsa Palestina dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah.

Dia menyebut Palestina sebagai satu-satunya peserta Konferensi Bandung 1955 yang hingga kini belum merdeka sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kemerdekaan rakyat Palestina.

“Saya ingin menegaskan dukungan kuat Indonesia terhadap solusi dua negara dan dukungan terhadap rakyat Palestina untuk mencapai haknya sesuai batas sebelum tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” ujarnya.

Menurut dia, langkah sejumlah negara melakukan normalisasi hubungan dengan Israel tidak membantu proses perdamaian dan upaya Palestina meraih kemerdekaannya secara penuh.

Dia menilai yang diperlukan saat ini adalah tekanan kepada Israel agar tidak melanjutkan kebijakan unilateral aneksasi dan penjajahannya di wilayah Palestina.

Pertemuan tersebut terdiri dari dua sesi yang terdiri dari sesi para Ketua atau Deputi Parlemen, dan sesi yang terdiri dari Ketua Komisi Luar Negeri negara-negara yang mendukung Palestina.

Pertemuan ini diadakan oleh Parlemen Iran dan dipimpin Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf. Selain Indonesia, negara-negara yang berpartisipasi dalam acara tersebut antara lain Malaysia, Turki, Iraq, Syria, Pakistan, Algeria, Lebanon, Bolivia, dan Palestina. (mm/alalam/antara)

Baca juga:

Media Iran Bantah Rumor Besarnya Dampak Serangan Udara Israel di Suriah Timur

PM Pakistan: Pompeo Tuduh Iran Demi Tarik Dukungan Zionis di Pilpres 2024

DISKUSI: