ICIJ Ungkap Skandal Saudi Persenjatai ISIS di Yaman

0
211

Sanaa, LiputanIslam.com –   Laporan internasional mengungkap skandal keterlibatan para pangeran dan perwira Arab Saudi melalui perusahaan-perusahaan swasta milik mereka dalam transaksi senjata dari Serbia untuk kelompok teroris takfiri ISIS di Yaman.

Dikutip saluran Al-Masirah, Senin (4/10), laporan itu menyebutkan bahwa pada September 2020 Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman menginstruksikan pemecatan Fahd bin Turki bin Abdulaziz dari jabatan komandan pasukan koalisi sebagai satu upaya Saudi untuk menutupi skandal tersebut dan melimpahkan semua kesalahan kepada Fahd dan sejumlah perwira Saudi lain, termasuk Mohammad bin Abdul Karim Al-Hasan dan Yusuf bin Rakan bin Hindi Al-Oteibi dari Kementerian Pertahanan.

Nama-nama Al-Hasan dan Al-Oteibi bersama seorang purnawirawan AS William Michael Somerendyke dan seorang warga negara Kanada kelahiran Tripoli, Lebanon, Shadi Shaarani, tercantum dalam bocoran dokumen yang didapat oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Mereka tergabung dalam sebuah proyek yang dinamai Pandora Papers.

Dalam dokumen itu Al-Hasan tercatat sebagai direktur Larkmont Holdings Limited di Kepulauan Virgin Inggris pada 13 Desember 2016, yakni beberapa bulan setelah pasukan koalisi pimpinan Saudi memulai intervensi militer ke Yaman.

Kegiatan perusahaan itu antara lain membeli senjata dari Perusahaan GIM milik ayah Menteri Pertahanan Serbia Nebojša Stefanović, dan sebagian senjata itu jatuh ke tangan ISIS di Yaman.

Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa ketika mendaftar sebagai direktur Larkmont Holdings Limited, Al-Hassan mendaftarkan alamat untuknya, yang setelah diverifikasi ternyata adalah alamat perusahaan militer Saudi bernama “Rinad Al Jazeera LLC”, yang berkantor pusat di Riyad. Situs web perusahaan ini ditangguhkan selama periode penyelidikan.

Salah satu dokumen dari Larkmont Holdings Limited yang dikeluarkan pada 1 Maret 2017 menyatakan bahwa Al-Hassan “berwenang untuk mewakili perusahaan dalam segala hal dengan Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi”.

Melalui perusahaan perantara dan kontraktor AS, Arab Saudi membeli senjata Serbia yang kemudian diketahui sampai ke tangan ISIS di Yaman dari pihak Saudi.

Nama lainnya adalah Yusuf bin Rakan bin Hindi Al-Otaibi, orang yang menjalankan Perusahaan Milvards yang dikelola bersama dengan Larkmont Holdings Limited, dan didirikan pada 23 Juni 2017, enam bulan setelah Larkmont didirikan.

Pembelian senjata dilakukan melalui perusahaan perantara dan kontraktor AS, dan di pihak Saudi adalah perusahaan Larkemont dan perusahaan Renad Al-Jazeera, dan di pihak Serbia adalah perusahaan GIM.

Gambar yang diambil dari file video yang diterbitkan oleh ISIS dari provinsi Al-Baida, Yaman, memperlihatkan senjata buatan Serbia yang dibeli oleh Kementerian Pertahanan Saudi dari pabrik “Krusik” Serbia.

Gambar peluru mortir  di antaranya memperlihatkan tanda yang dapat diidentifikasi dengan jelas, berdasarkan nomor bagian, yang kemudian dikaitkan dengan kontrak pembelian yang ditandatangani oleh Arab Saudi melalui perusahaan perantara GIM dengan pabrik Krusik Serbia.

Pada gambar itu terlihat huruf KV menunjukkan peluru itu diproduksi di pabrik senjata Serbia, dengan rincian bahwa K adalah singkatan dari  Krusik, V singkatan dari Valjevo, kota tempat pabrik berada, dan angka (04/18) menunjukkan bahwa mortir itu adalah batch 4 yang diproduksi pada tahun 2018. (mm/alalam)

Baca juga:

Ansarullah Tuding PBB Kirim Bahan Pangan Rusak ke Yaman

Menlu Iran: Pembicaraan Teheran-Riyadh Berlanjut dengan Sangat Baik

DISKUSI: