Ibadah Haji Tahun ini Hanya 10,000 Jemaah, Tanpa Sentuh Kaabah dan Cium Hajar Aswad

0
150

Riyadh, LiputanIslam.com – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan bahwa jumlah jemaah haji pada tahun ini tidak akan lebih dari 10,000 orang dengan proporsi 70  persen di antaranya adalah warga negara non-Saudi.

“Standar kesehatan menjadi penentu utama seleksi jemaah haji untuk musim haji tahun 1441 H,” ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataannya, Selasa (7/7/2020).

Kementerian itu menyebutkan bahwa persentase orang non-Saudi yang tinggal di Kerajaan dari total jamaah tahun ini menjadi 70%,  sementara persentase orang Saudi hanya 30%, itupun dikhususkan untuk tenaga kesehatan dan personel keamanan yang telah sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19).

Kementerian itu menyatakan bahwa website khusus telah tersedia bagi jamaah untuk reservasi haji tahun 1441, dengan jumlah tak lebih dari 10.000 jamaah.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyebutkan beberapa ketentuan dalam seleksi jamaah haji warga negara non-Saudi yang tinggal di negara kerajaan ini.

Disebutkan bahwa dalam seleksi itu ada pengutamaan orang yang “tidak menderita penyakit kronis, telah menjalani tes PCR sebagai bukti tidak terinfeksi Covid-19, dan belum pernah menunaikan ibadah haji.”

Ketentuan lain ialah “berusia 20-50 tahun, serta berkomitmen menjalani isolasi diri selama waktu yang akan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan sebelum dan sesudah pelaksanaan haji.”

Sedangkan reservasi dibuka sejak 7 sampai 10 Juli agar mereka yang hendak memesan selama periode ini dapat mendaftar untuk musim Haji tahun ini.

Pusat Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Senin lalu menyatakan bahwa protokol kesehatan untuk pencegahan penyakit Covid 19 pada musim haji 1441 H “mencakup pencegahan jemaah dari menyentuh Ka’bah atau mencium Hajar Aswad yang terpasang di Ka’bah.”

Jumlah jemaah haji pada tahun lalu lebih dari 2,5 juta orang yang datang pelbagai negara dunia, tapi kali ini diterapkan pembatasan ekstra ketat sehingga jumlah yang ditetapkan hanyalah 10,000 orang sebagai dampak pandemi Covid-19. (mm/raialyoum)

Baca:

WHO: Timteng Berada di Ambang Krisis Corona

DISKUSI: