IAEA: Perlu Negosiasi Baru untuk Kembalikan AS ke Kesepakatan Nuklir Iran

0
194

Wina, LiputanIslam.com –   Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menilai kesepakatan baru perlu dibuat di antara para penandatangan perjanjian nuklir Iran, yang lazim dikenal dengan nama JCPOA, sebelum Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden dapat membawa negaranya kembali ke kesepakatan itu.

Kepala badan PBB yang bertugas mengawasi kesepakatan nuklir Iran itu menyebut Teheran sudah melanggar terlalu banyak batasan kesepakatan awal menyusul penarikan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2018, sehingga untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran di bawah Biden akan membutuhkan kesepakatan baru yang mengatur pembatalan pelanggaran Iran.

“Saya tidak dapat membayangkan bahwa mereka hanya akan mengatakan, ‘Kami kembali ke titik awal’ karena titik satu sudah tidak ada lagi,” kata Grossi dalam sebuah wawancara dengan Reuters di markas IAEA.

“Ada lebih banyak material (nuklir) … ada lebih banyak aktivitas, ada lebih banyak sentrifugal, dan lebih banyak lagi yang diumumkan. Jadi apa yang terjadi dengan semua ini? Ini adalah pertanyaan yang harus mereka putuskan di tingkat politik,” kata pria asal Argentina tersebut.

“Jelas harus ada protokol atau kesepakatan atau kesepahaman atau dokumen pendukung yang akan mengatur dengan jelas apa yang kita lakukan,” lanjutnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani sendiri, dalam  pidato kabinet yang disiarkan televisi pada 9 Desember, menyatakan bahwa kembali ke kesepakatan nuklir itu mudah; ketika Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral JCPOA pada Mei 2018, dia hanya “menulis di selembar kertas”.

“Orang berikutnya bisa meletakkan selembar kertas bagus dan menandatanganinya, dan itu hanya perlu tanda tangan, kita akan kembali ke tempat kita dulu. Tidak perlu waktu dan tidak perlu negosiasi,” ujarnya.

Di pihak lain, Biden, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari, menyatakan negaranya akan bergabung lagi dengan JCPOA  “jika Iran melanjutkan kepatuhan ketat” kepada perjanjian pembatasan kegiatan nuklirnya yang berimbal pencabutan sanksi. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Sayangkan AS, IAEA Sebut Iran Ingin Keamanan dan Stabilitas di Dunia

Tampil Bugar, Ayatullah Khamenei Sebut Eropa Munafik, dan Biden Tak Berbeda dengan Trump

 

 

DISKUSI: