Hizbullah Perkuat Pasukan di Homs Suriah, Ada Apa?

0
189

Damaskus, LiputanIslam.com   Kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon dilaporkan sedang memperkuat pasukan di bagian timur provinsi Homs, Suriah.

Hal itu dilaporkan dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR), lembaga yang dekat dengan kubu oposisi Suriah dan bermarkas di London, Kamis (1/9).

SOHR menyebutkan bahwa serombongan bala bantuan yang terdiri dari lima mobil bersenjata otomatis berat dan sejumlah personil pasukan telah mencapai bagian timur provinsi Homs.

Menurut SOHR, bala bantuan itu bergerak menuju kawasan sekitar kota Mahin dan kemudian bercokol di kawasan yang memang ditempati oleh pasukan Hizbullah.

Disebutkan bahwa pasukan Hizbullah bermarkas di kota Mahin dan dekat dengan jalur antara kota Homs dan Palmyra di bagian tengah Suriah.

SOHR menyebutkan bahwa pergerakan Hizbullah itu terjadi di tengah meningkatnya serangan Israel terhadap posisi-posisi militer dan gudang-gudang senjata pasukan yang didukung Iran.

Menlu Suriah Faisal Mekdad di hari yang sama mengutuk Israel dengan menegaskan, “Israel bermain api dan menyeret situasi keamanan dan militer di kawasan kepada ledakan.”

Dikutip kantor berita resmi Suriah, SANA, Mekdad di Twitter juga menyatakan, “AS dan negara-negara Barat harus bertanggungjawab atas tindakan mereka memotivasi (Israel) agar getol mengagresi dan mengancam perdamaian di kawasan dan dunia.”

Dia menambahkan, “Suriah bertahan dan akan terus bertahan pantang mundur dari pendiriannya, dan musuh, Israel, hendaklah tidak mengandalkan ataupun salah perhitungan dan menduga bahwa Suriah akan mengubah pendiriannya.”

Dia lantas memperingatkan bahwa “Suriah tak akan diam menghadapi Israel, yang cepat atau lambat akan membayar mahal.”

Kemlu Suriah hari itu melaporkan bahwa Bandara Internasional Aleppo lumpuh akibat dari serangan rudal Israel pada Rabu malam lalu.

Laporan itu dikemukakan dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kepala Dewan Keamanan.

Surat itu menyebutkan bahwa Israel Rabu lalu melancarkan serangan rudal ke Bandara Internasional Aleppo hingga menyebabkan kerusakan pada landasan pacu dan kehancuran stasiun bantuan navigasi dan peralatannya.

Surat itu menegaskan bahwa Suriah berhak meminta pertanggungjawaban Israel secara hukum, moral, politik dan keuangan karena rezim Zionis itu sengaja menyerang bandara internasional Damaskus dan Aleppo, membahayakan fasilitas sipil dan melakukan sabotase yang mempertaruhkan jiwa warga sipil. (mm/raialyoum/sana)

Baca juga:

Israel Serang Bandara Aleppo “Menjelang Pendaratan Pesawat Iran”

Diancam Hizbullah, Israel Tangguhkan Ekstraksi Gas di Ladang Karish

DISKUSI: