Diancam Hizbullah, Israel Tangguhkan Ekstraksi Gas di Ladang Karish

0
326

TelAviv, LiputanIslam.com   Saluran 12 Israel, Senin (29/8), melaporkan bahwa Israel dan Lebanon telah mendekati perjanjian demarkasi perbatasan maritim, dan bahwa telah ada keputusan Israel untuk menunda ekstraksi gas dari platform Karish hingga Oktober mendatang, setelah semula dijadwalkan pada awal September.

Berdasarkan perjanjian yang dimediasi oleh AS, perbatasan laut akan didemarkasi ulang, sehingga dua rig gas akan didirikan, satu di Lebanon dan lainnya di wilayah Israel (Palestina pendudukan). Sebagian rig gas Lebanon akan dibangun di dalam perbatasan maritim Israel, dengan syarat Israel mendapat kompensasi finansial.

Menurut perjanjian tersebut, kedua platform akan ditempatkan pada jarak lima kilometer dari satu sama lain, dengan tujuan mencapai “keseimbangan ketakutan”, yang akan mencegah serangan terhadap platform Israel.

Ahad lalu, kelompok pejuang Hizbullah Lebanon merilis video baru yang memperlihatkan pemantauannya terhadap kapal yang ditunjuk untuk mengekstraksi gas untuk Israel di Garis Karish di dalam perbatasan Lebanon selatan.

Ditujukan kepada Rezim Zionis Israel, dalam video berdurasi 22 detik itu Hizbullah mengancam; “Kalian bergantung pada hari-hari ini” , dan “kapal-kapal yang mengekstraksi gas untuk kepentingan entitas Zionis berada di bawah jangkauan rudal Hizbullah.”

Ketegangan meningkat pada bulan Juni ketika sebuah kapal produksi sewaan Israel tiba di dekat ladang gas lepas pantai Karish, yang menurut Libanon berada di dalam perairan yang disengketakan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

[Video:] Ancam Israel, Hizbullah Rilis Video Pengintaian terhadap Kapal Dekat Ladang Karish

Ini Sebab Israel Tak Terjunkan Kapal Tempurnya di Perang Gaza

DISKUSI: