Haul Jenderal Soleimani, Nasrallah: Poros Resistensi Bukan Pengikut Iran, Melainkan Sebaliknya

0
372

Beirut, LiputanIslam.com   Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa pelanggaran terhadap status Masjid Al-Aqsa akan meledakkan situasi  bukan hanya di tanah Palestina, melainkan di seluruh kawasan Timteng, dan bahwa Poros Resistensi bukanlah pengikut Iran, melainkan sebaliknya.

Dalam pidato pada acara haul jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dan pejuang besar Irak Abu Mahdi Al-Muhandis, Selasa (3/1), dia mengatakan,“Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa, tempat suci Islam dan Kristen di Palestina, dan Quds tidak hanya akan meledakkan situasi di dalam Palestina, melainkan juga dapat meledakkan seluruh kawasan.”

Ditujukan kepada Israel, dia menegaskan, “Jika kalian tidak menginginkan yang perang kedua di kawasan ini, kalian harus mengendalikan para ekstremis (Zionis).”

Dia memperingatkan, “Kami siap dan tidak akan membiarkan aturan main diubah atau membahayakan situasi yang ada di tingkat perlindungan bagi Lebanon.”

Pada kesempatan itu Sekjen Hizbullah juga berusaha meyakinkan para pendukungnya bahwa kondisi kesehatannya tidaklah seperti yang diisukan oleh media Israel dan sejumlah negara Teluk Persia.

“Tak ada yang perlu dirisaukan,” ujarnya.

Dia juga membantah anggapan bahwa kelompok-kelompok resistensi adalah pengikut Iran.

“Sayang sekali, sebagian orang beranggapan bahwa kekuatan-kekuatan nasional dan gerakan-gerakan resistensi adalah pengikut Iran, padahal yang benar adalah sebaliknya,” tuturnya, sembari menyebutkan bahwa proyek AS di Timteng adalah menggalang “hegemoni dan menguasai kekayaan migas dan lain-lain”.

Mengenai Jenderal Soleimani dia mengatakan, “Hal pertama yang dihadapi Syahid Soleimani dan para pemimpin dan syuhada lainnya adalah versi pertama dari proyek Timur Tengah baru (AS) di Lebanon dan Palestina.”

Dia menambahkan bahwa insiden 11 September AS “memberi dorongan pada proyek AS untuk memasuki Afghanistan dan Irak dserta mendekati Iran dan Suriah.”

Dia juga menyebutkan bahwa senandainya perang Israel terhadap Lebanon berhasil maka akan terjadi pula perang kaum Zionis itu terhadap Suriah, tapi hal itu tak terjadi, dan “di sinilah Syahid Soleimani hadir”.

Dia juga menjelaskan bahwa Suriah dan Iran solid menghadapi tekanan AS, sementara kubu resistensi Irak juga telah melancarkan operasi-operasi istimewa terhadap pasukan AS.

“Kubu resistensi Irak telah mengalahkan orang-orang AS dan memaksa mereka keluar dari Irak dan mengubah wajah kawasan. Orang-orang yang meluncurkan resistensi di Irak adalah berbagai faksi dan golongan, sedangkan Haji Qasem (Soleimani) melantih mereka dan membuat perencanaan bersama Abu Mahdi Al-Muhandis,” terangnya.

Sayid Nasrallah berkesimpulan bahwa “seandainya Suriah tak bertahan solid, di Irak pun tak ada kehendak resistensi, dan tak ada pula Soleimani dan (pejuang Hizbullah Jawad) Mughniyah maka AS sudah menduduki semua kawasan.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Presiden Iran: Pembalasan Darah Jenderal Soleimani Pasti akan Terjadi

Anggota Hizbullah Prediksi Kemunculan ‘Soleimani-Soleimani Lain’ dalam Satu Dekade Mendatang

DISKUSI: