Hamas Bersumpah untuk Tetap Membela Masjid Al-Aqsa

0
107

Gaza, LiputanIslam.com  Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) bersumbah untuk berjuang membentengi Masjid Al-Aqsa dan memastikan bahwa tempat suci ini akan tetap milik umat Islam semata.

“Bangsa kami setiap hari menegaskan bahwa mereka adalah garda terdepan bagi tempat suci ketiga (setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) serta kiblat pertama Muslimin dengan bertahan teguh, berkorban dan menjalani perjuangan heroik yang akan mengandaskan rencana-rencana rezim pendudukan (Israel) yang berusaha memaksakan pembagian jam dan tempat dengan cara mengulang-ulang serbuan pemukim (Zionis) ke Al-Aqsa dan menyerang para jemaah shalat,” ungkap Hamas dalam sebuah siaran persnya, seperti dikutip Al-Alam, Selasa (19/4).

Hamas menegaskan kembali bahwa Masjid Al-Aqsa akan tetap murni Islami, tak ada tempat di sana bagi rezim penjajah Palestina, dan mimpi-mimpi rezim ini akan hancur di depan ketegehuhan orang-orang Palestina sebagai penduduk pribumi tanah yang diberkahi ini.

Pada Selasa pagi, orang-orang Palestina yang bertahan di Masjid Al-Aqsa menghadapi serangan berulang para pemukim Zionis di hari ketiga berturut-turut pada peringatan Hari Raya Paskah Yahudi,  dan para pemuda Palestina berhasil menyulitkan proses serbuan.

Massa pemuda pemuda yang bertahan di komplek Masjid Al-Aqsa berhasil memaksa para pemukim Zionis untuk berjalan cepat dan tak bertahan di halaman masjid, karena takut kepada perlawanan mereka yang juga dilakukan dengan gempita yel-yel yang dikumandangkan yang terus menerus ketika para pemukiman Zionis berdatangan.

Massa juga menggedor-gedor pintu Musholla Al-Qibli, sementara sejumlah massa perempuan yang berkumpul di dalam halaman masjid untuk menghadang serbuan.

Sesaat sebelum serbuan para pemukim Zionis, pasukan Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha, menyerang para jamaah, mencoba mengosongkan halamannya, dan menahan sejumlah jamaah demi mengamankan serbuan para pemukim Zionis.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin malam mengumumkan gugurnya seorang gadis Palestina berusia 19 tahun akibat luka tembak yang dideritanya dalam serangan pasukan Israel di Tepi Barat pada pekan lalu.

Sumber lokal menyebutkan bahwa gadis itu ditembak di perut pada 9 April, dan kondisinya parah sejak saat itu hingga kemudian gugur syahid.

Sumber-sumber lembaga peduli HAM mencatat sebanyak  18 orang Palestina gugur hanya dalam jangka waktu 15 hari pada bulan ini, sementara 47 warga Palestina, termasuk delapan anak kecil dan dua wanita, gugur ditembak pasukan Israel dalam berbagai insiden sejak awal tahun 2022. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

[Video:] Pertama Kali, Hamas Gunakan Rudal Strela Buatan Rusia, Jet Tempur Israel Mundur

Klaim Balas Serangan, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

DISKUSI: