Gelombang Demo Protes Besar-Besaran Kembali Melanda Israel

0
92

TelAviv, LiputanIslam.com   Demo protes terhadap kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali melanda negara ilegal Zionis ini.

Sebanyak Lebih dari 100.000 orang berkumpul di Tel Aviv selama tiga minggu untuk memprotes perubahan hukum yang dapat melemahkan Mahkamah Agung Israel.

Puluhan ribu orang Israel telah berkumpul di Tel Aviv untuk memprotes rencana pemerintah baru Netanyahu umerombak sistem peradilan negara dan melemahkan kewenangan Mahkamah Agung.

Media Israel mengutip keterangan polisi bahwa  lebih dari 100.000 orang bergabung dalam aksi protes hpada ari Sabtu.

Unjuk rasa itu menyusul demonstrasi lain pekan lalu yang juga melibatkan  puluhan ribu orang dalam tantangan awal terhadap Netanyahu dan pemerintahan ultranasionalis dan ultraortodoksnya, sayap paling kanan dalam sejarah Israel.

Dia menyatakan bahwa perubahan yudisial diperlukan untuk mengekang jangkauan hakim yang berlebihan, tetapi rencana tersebut telah mengundang penolakan keras, termasuk kalangan pengacara, dan menimbulkan kekhawatiran di antara para pemuka bisnis.

Mereka menyatakan perubahan demikian mengancam pemeriksaan dan keseimbangan demokrasi pada para menteri oleh pengadilan.

“Mereka ingin mengubah kami menjadi kediktatoran, mereka ingin menghancurkan demokrasi,” kata kepala Asosiasi Pengacara Israel, Avi Chimi.

“Mereka ingin menghancurkan otoritas yudisial, tidak ada negara demokrasi tanpa otoritas yudisial,” sambungnya.

Netanyahu, yang diadili atas tuduhan korupsi, telah berjanji untuk melanjutkan perubahan.

Para pengunjuk rasa membawa bendera Israel dan spanduk bertuliskan “Anak-anak Kami Tidak Akan Hidup dalam Kediktatoran”. Mereka menegaskan bahwa masa depan demokrasi Israel dipertaruhkan jika pemerintah berhasil mendorong rencana tersebut karena mereka akan memperketat kontrol politik atas penunjukan hakim dan membatasi kekuasaan Mahkamah Agung untuk membatalkan keputusan pemerintah atau undang-undang Knesset.

Mereka menyebutkan bahwa selain mengancam independensi hakim dan melemahkan pengawasan pemerintah dan parlemen, rencana itu akan merusak hak-hak minoritas dan membuka pintu lebih banyak korupsi.

“Semua generasi prihatin. Ini bukan lelucon, ini adalah redefinisi demokrasi yang lengkap,” kata Lior Student, seorang pengunjuk rasa.

Pemimpin oposisi dan mantan Perdana Menteri Yair Lapid, yang bergabung dalam protes tersebut, menegaskan, “Ini adalah protes untuk membela negara. Orang-orang datang ke sini hari ini untuk melindungi demokrasi mereka.”

Protes lainnya terjadi di kota-kota Yerusalem, Haifa dan Bersheba.

Unjuk rasa itu terjadi beberapa hari setelah Mahkamah Agung memerintahkan Netanyahu untuk memecat Menteri Dalam Negeri Aryeh Deri, yang memimpin partai agama Shas, atas tuduhan pajak baru-baru ini.

Pemerintahan baru, yang dilantik bulan ini, adalah aliansi partai Likud Netanyahu dengan sekelompok kecil partai agama dan nasionalis sayap kanan yang mengatakan mereka memiliki mandat untuk perubahan besar.

Politisi Likud telah lama menuduh Mahkamah Agung didominasi oleh hakim sayap kiri yang menurut mereka melanggar batas wilayah di luar kewenangan mereka karena alasan politik. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Pemerintahan Baru Israel Terancam Bubar, Ini Penyebabnya

 

DISKUSI: