Pemerintahan Baru Israel Terancam Bubar, Ini Penyebabnya

0
111

TelAviv,LiputanIslam.com-Kabinet Benyamin Netanyahu disebut telah berada di ambang keruntuhan, kendati baru dibentuk belum lama ini. Potensi diadakannya kembali pemilu pun disuarakan oleh sebagian pihak

Kabinet Israel juga terancam bubar di tengah gelombang protes terhadap Netanyahu dalam beberapa pekan terakhir di jalanan Tel Aviv dan sejumlah kota lain. Kondisi ini muncul setelah Mahkamah Agung Israel merilis keputusan yang menempatkan Netanyahu dalam posisi sulit.

Mahkamah Agung Israel pada Rabu pekan lalu menyatakan Pemimpin Partai Shas, Aryeh Deri tidak layak menjadi bagian dari Kabinet lantaran statusnya sebagai terdakwa. Keputusan ini mendapatkan suara 9 hakim dari total 10 hakim.

Saat ini, Deri adalah Mendagri dan Menkes Israel. Mengingat bahwa Kabinet-kabinet di Israel dibentuk berdasarkan aliansi para partai di Knessett, Partai Shas mengancam akan keluar dari Kabinet jika Netanyahu memenuhi instruksi Mahkamah Agung dan memecat Deri.

Shas memiliki 11 kursi di Parlemen. Jika partai ini akan keluar dan Kabinet dan aliansi, Netanyahu akan kehilangan mayoritas di Knessett, yang saat ini berjumlah 64 kursi dari total 120 kursi. Jika ini terjadi, Kabinetnya akan runtuh dan Pemilu harus dilangsungkan kembali.

Al-Arabi al-Jadid memberitakan, Partai Shas sudah mulai melayangkan ancaman terhadap Netanyahu. Menteri Kesejahteraan Israel dari Shas, Yaa’kov Margi menanggapi keputusan Mahkamah Agung dengan mengatakan, ”Netanyahu tahu bahwa keputusan memecat Deri berarti runtuhnya Pemerintahan saat ini. Saya di Dewan Pimpinan Partai Shas menyarankan agar partai kita keluar dari Pemerintahan jika Deri dipecat.” (af/fars)

DISKUSI: