Fatwa Persatuan Ulama Muslim Internasional Wajibkan Boikot Israel Secara Total

0
76

Doha, LiputanIslam.com –  Organisasi Persatuan Ulama Muslim Internasional (International Union of Muslim Scholars/IUMS) yang berbasis di Doha, Qatar, mengeluarkan fatwa yang mewajibkan pemboikotan Rezim Zionis Israel secara total, termasuk di sektor perekonomian.

Fatwa itu diumumkan oleh IUMS dalam sebuah stetemennya yang dipublikasi di akun resmi Facebook-nya pada Sabtu malam (2/1).

“Fatwa kami ini dikhususkan terhadap negara pendudukan (Israel) serta komoditas dan produknya, mengingat bahwa ia menduduki tanah dan negeri kita serta mengagresi dan menguasai saudara-saudara kita beserta tanah dan negeri mereka, yaitu Palestina dan Golan Suriah, dan masih menduduki Masjid Al-Aqsa,” bunyi statemen IUMS, yang diteken oleh ketuanya, Ahmad Al-Raysuni dan Sekjennya, Ali Muhyiddin Al-Qarahdaghi.

IUMS menegaskan, “Pencegahan agresi, pengusiran agresor dari tanah-tanah pendudukan, dan perlawanan  terhadapnya dengan semua sarana yang sah merupakan kewajiban syar’i dan keharusan insani. Perlawanan terhadapnya dengan semua sarana yang sah diakui oleh fitrah yang sehat, ditetap dalam undang-undang internasional, resolusi PBB, perjanjian-perjanjian internasional, dan konstitusi berbagai negara.”

IUMS menambahkan, “Atas dasar ini setiap orang yang membeli ataupun memasarkan produk rezim pendudukan dan perampas adalah pendosa dan bermitra dalam kejahatan ini.”

IUMS menjelaskan, “Dalil-dalil syar’i yang qath’i (pasti), tujuan-tujuan syariat, dan kemaslahatan yang valid menunjukkan kewajiban boikot ekonomi terhadap semua komoditas, barang, layanan, dan teknik yang dihasilkan oleh rezim pendudukan dan perampas, maka tak boleh dijual, dibeli, diimpor, dimanfaatkan, dipasarkan, dan dipromosikan… Semua produk itu tergolong harta yang dirampas atau apa yang dihasilkan darinya selagi berasal dari perampasan tanah, ladang, rumah, dan air, serta dari rezim pendudukan dan komplotan-komplotan imigran pendudukan.”

IUMS mengingatkan, “Orang yang terlibat di dalam itu dengan penjualan, pembelian, dan lain-lain maka di bermitra dalam kejahatan pendudukan, dalam mengonsumsi harta rampasan dan curian, serta dalam dosa dan permusuhan, sesuai apa yang dikatakan oleh dalil-dalil syariat.”

Di bagian penutupan, IUMS menyebutkan, “Karena itu, adalah kewajiban bagi seluruh Muslimin melanjutkan boikot ekonomi secara total hingga berakhirnya secara total pendudukan secara atas tanah-tanah kita yang diduduki, terutama kiblat pertama kita dan Al-Quds Al-Syarif.”

Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir beberapa negara Arab, yaitu Sudan, Uni Emirat, Bahrain, dan Maroko telah menjalin kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel. (mm/raialyoum)

Baca juga: 

Sekjen Hizbullah: Situasi Timteng Genting pada Haul Jenderal Qassem Soleimani

IRGC: Rudal di Libanon dan Gaza adalah Bantuan Iran untuk Front Terdepan Anti-Israel

DISKUSI: