Faksi-Faksi Pejuang Palestina Adakan Latihan Militer, Ada Apa?

0
363

Gaza, LiputanIslam.com   Faksi -faksi bersenjata Palestina di Gaza mengumumkan bahwa mereka melakukan latihan militer di dekat pagar pemisah Jalur Gaza –Israel (Palestina pendudukan 1948), Rabu (28/12.)

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Komando Gabungan Faksi-Faksi Pejuang Palestina menyebutkan bahwa manuver bersandi “Rukn Al-Shadeed 3” itu digelar di dekat pagar pemisah di Jalur Gaza utara, dengan partisipasi “sekelompok elit pejuang dengan menggunakan senjata ringan dan sedang.”

Diungkapkan pula bahwa manuver yang tidak diumumkan sebelumnya itu “bertujuan mengukur kecepatan respons pasukan resistensi terhadap keadaan darurat apa pun dan menguji kesiapan para pejuang untuk memobilisasi dan menghadapi agresi.”

Dijelaskan bahwa manuver tersebut “adalah puncak dari periode pelatihan lanjutan bersama untuk para elit pejuang dari faksi-faksi resistensi, yang mencakup berbagai skenario taktis, terutama serangan di belakang garis musuh (Israel), di mana sejumlah tentara ditangkap. ”

Menurut pernyataan tersebut, aksi lapangan bersama  itu dilakukan di lokasi militer pertama yang mencakup semua faksi yang berafiliasi dengan pusat komando bersama, yang pembentukannya diumumkan beberapa tahun lalu di Jalur Gaza.

Pernyataan itu menyimpulkan bahwa manuver tersebut “mengungkapkan sejauh mana keyakinan perlawanan akan perlunya menyatukan semua upaya dalam menghadapi musuh, berdiri menghadapi tantangan yang menimpa kesucian dan perjuangan Palestina, dan menyatukan semua front untuk memerangi rezim pendudukan. ”

Pusat komando gabungan di Gaza itu mencakup sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam,  yang telah menguasai Jalur Gaza sejak 2007, dan sayap militer Jihad Islam, Brigade al-Quds, serta beberapa kelompok bersenjata lainnya.

Pelaksanaan manuver tersebut dilakukan sehari menjelang pemungutan suara di parlemen Israel Knesset untuk pemerintah baru Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu dan akan mencakup koalisi partai sayap kanan yang dikenal keras serta anti-Palestina dan Arab. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Kabinet Baru Israel Disebut Diisi Para Kriminalis

Iran Pastikan Normalisasi Arab-Israel Tak akan Berkontribusi bagi Stabilitas Regional

DISKUSI: