Erdogan:  Tak Tertutup Kemungkinan Normalisasi Hubungan Turki dengan Suriah

0
152

Ankara, LiputanIslam.com   Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan normalisasi hubungan negaranya dengan Suriah tetap bisa dilakukan meski Turki gencar memerangi milisi Kurdi Suriah.

Erdogan menyinggung proses normalisasi hubungan yang sedang berlangsung antara Turki dan Mesir, yang sempat ditandai dengan pertemuan Erdogan dengan sejawatnya dari Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Piala Dunia di Doha beberapa waktu lalu.

“Sama seperti hubungan antara Turki dan Mesir terbentuk, hubungan dengan Suriah dapat mengikuti jalur yang sama di periode berikutnya,” kata Erdogan, Ahad (27/11).

Ankara memutuskan hubungannya dengan Kairo pada tahun 2013 sebagai protes atas tindakan keras Kairo terhadap para pengikut mendiang mantan presiden Mesir Mohammed Morsi yang dikudeta oleh militer di bawah pimpinan el-Sisi.

“Tidak ada ruang untuk perasaan keras dalam politik,” ungkap Erdogan.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin bulan lalu mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan diri untuk menengahi pertemuan antara Erdogan dan Presiden Suriah Bashar Assad.

Erdogan mengatakan di awal bulan ini bahwa Ankara akan mempertimbangkan tawaran itu pada waktunya.

Turki memutuskan hubungannya dengan Suriah pada Maret 2012, setahun setelah Suriah dilanda pemberontakan dan terorisme yang didukung asing, termasuk Turki.

Sejak 2016, Turki juga telah melakukan tiga operasi militer besar terhadap milisi Kurdi Suriah yang didukung AS dan berbasis di Suriah utara.

Pemerintah Turki menuduh milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) menjalin hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang disebut oleh Turki organisasi teroris.

PKK telah mengobarkan perang separatis melawan Turki selama beberapa dekade. Ankara juga menuduh kelompok itu berada di balik serangan teroris yang menewaskan satu orang dan melukai 81 lainnya di Istanbul pada awal bulan ini.

Pekan lalu, Turki mulai meluncurkan babak baru serangan udara ilegal terhadap apa yang disebutnya tempat persembunyian milik PKK di Suriah utara dan Irak.

Di tengah eskalasi itu Erdogan juga beberapa kali mengancam akan menginstruksikan operasi darat keempat di Suriah. (mm/presstv)

Baca juga:

Pertemuan Erdogan dan Al-Assad Diperkirakan akan Berlangsung Sebelum Juni 2023

Tanggapi Rumor Tewasnya Pelatih Militer Iran, Rusia: Cuma Omong Kosong

DISKUSI: