Erdogan: Gencatan Senjata Bisa Terapkan di Karabakh dengan Syarat

0
91

Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia dapat diterapkan di Nagorno-Karabakh namun dengan satu syarat, yaitu pasukan Armenia angkat kaki dari wilayah yang dipersengketakan tersebut.

Dalam pidatonya di depan parlemen Turki, Rabu (30/9/2020), Erdogan mengkritik Rusia, Amerika Serikat (AS) dan Prancis, tiga negara yang berpartisipasi dalam Kelompok Minsk Karabakh yang bernaung di bawah Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa.

Presiden Turki menganggap Moskow, Washington dan Paris bertanggung jawab karena mengabaikan kasus Karabakh selama tiga dekade. Dia juga menegaskan bahwa upaya Kelompok Minsk sekarang untuk  meredakan situasi di kawasan itu “tak dapat diterima”.

Erdogan mengaku sudah mendiskusikan masalah Karabakh dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tetapi tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Menurut Presiden Turki, kini sudah tiba saatnya untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan Azerbaijan telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan sendiri masalah Nagorno-Karabakh.

Erdogan mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah itu bergantung pada “penarikan Armenia dari semua tanah Azerbaijan yang didudukinya.”

Dia menyebut Armenia sebagai “negara nakal” yang telah ”memfitnah” Turki. Dia lantas menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung Azerbaijan dengan semua fasilitas yang dimilikinya dan dengan prinsip “satu bangsa di dua negara”. (mm/alalam)

Baca juga:

Miris, Kisah Ratusan Pemuda Suriah Dikirim ke Azerbaijan Tanpa Sadar untuk Menantang Maut

Teheran Bantah Dugaan Pengiriman Senjata ke Armenia via Iran

DISKUSI: