Edan, Tak Menyediakan Pangkalan untuk AS, PM Pakistan Mengaku Ditekan Habis-Habisan

0
359

Islamabad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengaku mendapat ancaman dari Amerika Serikat (AS) dan Barat secara umum karena enggan menyediakan pangkalan bagi militer AS di Pakistan dan telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Saya umumkan di hadapan rakyat bahwa saya mendapat pesan ancaman dari AS. AS mengancam akan menjatuhkan pemerintahan saya karena saya menolak pendirian pangkalan militer bagi AS di tanah air kita,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi resmi, Kamis (31/3).

Imran Khan menolak mundur dari jabatannya, dan menuduh Washington membeking oposisi. Dia juga mengaku akan “menjalankan permainan sampai akhir dan menunggu sampai hari Minggu untuk melihat apa yang akan dihasilkan oleh pemungutan suara di parlemen.”

Dia mengaku pantang menyerah dengan mengatakan,  “Di depan siapa pun, dan saya tidak akan membiarkan rakyat saya bertekuk lutut di depan siapa pun, dan saya tidak akan pernah membiarkan oposisi berhasil.”

Dia menambahkan, “Kebijakan luar negeri Pakistan harus independen dan tak berpihak kepada siapa pun. Dan jika upaya oposisi berhasil, generasi mendatang tak akan memaafkan.”

Dia juga mengatakan, “Selama apa yang disebut perang melawan teror, Pakistan telah dipermalukan. Pakistan pernah melambung di antara negara-negara, tapi kemudian runtuh dan mencapai tingkat yang rendah serta hina di antara seluruh dunia.”

Imran Khan menyatakan demikian setelah pembukaan diskusi di parlemen ihwal mosi tidak percaya padanya ditunda hingga Minggu depan. Wakil Ketua DPR, Qassem Khan Suri, menjelaskan bahwa penundaan  terjadi karena ada penolakan para anggota membahas poin-poin lain dalam agenda sebelum mempertimbangkan mosi tidak percaya.

Menariknya lagi, pemerintahan Khan menghadapi ancaman yang berkembang dari kelompok Taliban, yang Rabu lalu bahkan menyatakan niatnya melancarkan serangan terhadap pasukan keamanan pada awal Ramadhan.

Khan mengaku tidak akan mengundurkan diri sebelum pemungutan suara untuk pemakzulannya diadakan pada hari Minggu.

Dia juga menjelaskan bahwa “pemerintah Barat” mendukung pemakzulan dirinya karena dia telah berkunjung ke Rusia dan menjumpai Presiden Rusia Vladimir Putin pada bulan lalu.

Khan menghadapi mosi tidak percaya dari partai-partai oposisi yang berusaha memakzulkannya. Dia kehilangan dukungan mayoritas di parlemen setelah sekutu utamanya mundur dari pemerintah pada Rabu lalu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Kontak Senjata dengan Taliban, Enam Tentara Pakistan Tewas

DISKUSI: