Dua Tentara dan Satu Kontraktor AS Tewas Terkena Serangan di Baghdad

0
185

Unjuk rasa anti-AS di Baghdad

Baghdad, LiputanIslam.com –  Dua tentara, masing-masing dari AS dan Inggris, serta satu kontraktor AS tewas terkena serangan 10 roket Katyusha yang menyasar pangkalan militer al-Taji yang ditempati pasukan AS di utara Baghdad, Rabu malam (11/3/2020).

Peristiwa ini memicu ketegangan lagi antara AS dan sekutunya di satu pihak dan Iran serta para sekutunya di pihak lain.

Seorang petinggi AS menyatakan sejumlah roket telah jatuh di pangkalan militer Irak yang ditempati pasukan AS dan sekutunya, dan kini sedangkan dilakukan penyelidikan dan evaluasi atas insiden ini.

“Kami memantau dari dekat situasi di pangkalan militer al-Taji, namun kami tidak akan mendahului proses evaluasi dan penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujar petinggi itu.

Direktur Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP bahwa tak lama sebelum serangan roket paling mematikan bagi AS di Irak dalam beberapa tahun terakhir itu terjadi serangan udara yang diduga dilancarkan oleh pasukan koalisi internasional terhadap beberapa posisi milisi Irak sekutu Iran di dekat perbatasan Irak-Suriah.

Baca: Legislator Irak: Waspadai Bertambahnya Jumlah Serdadu AS di Irak

Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke pangkalan militer Irak yang ditempati oleh pasukan AS tersebut, namun AS ketika mendapat serangan biasanya segera menuding kelompok-kelompok pejuang yang bersekutu dengan Iran.

Pejabat militer AS mengatakan kepada AFP bahwa satu tentara AS, satu tentara Inggris, dan satu kontraktor AS tewas akibat tembakan 10 roket Katyusha ke pangkalan militer al-Taji pada Rabu malam.

Baca: 25 Anggota ISIS Tewas di Irak Utara

Sebelumnya, seorang petinggi militer pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS menyatakan bahwa serangan ini telah menjatuhkan sejumlah korban luka sedang dan parah, namun tidak menyebutkan kewarganegaraan mereka.

Serangan ini merupakan yang kedua kalinya terhadap kepentingan AS di Irak sejak 22 Oktober 2019. Pada serangan pertama seorang kontraktor AS dan satu tentara Irak tewas. (mm/raialyoum)

DISKUSI: