Dua Ledakan di Quds Tewaskan 1 Orang Israel, Para Pejuang di Gaza Siap Berperang

0
90

Quds, LiputanIslam.com   Setidaknya satu orang tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam dua ledakan terpisah yang mengguncang kota Quds (Yerusalem), Rabu (23/11), dan diduga oleh polisi Israel sebagai serangan Palestina.

Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah seorang remaja Palestina berusia 16 tahun dibunuh oleh pasukan Israel di kota Nablus, Tepi Barat.

Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 7 pagi waktu setempat di dekat terminal bus Israel di sepanjang jalan raya di pintu masuk barat ke Quds yang biasanya dipadati penumpang. Polisi menduga bahan peledak dikemas di dalam sepeda yang ditinggalkan di halte.

Menurut petugas medis, ledakan pertama melukai tujuh orang dengan kondisi setidaknya dua di antara kritis.

Ledakan kedua yang terjadi kurang dari setengah jam kemudian di persimpangan Ramot, di Quds utara menyebabkan lima orang  menderita luka ringan akibat pecahan peluru. Para pejabat Israel menyebut insiden kedua itu “terkendali”.

Kedua ledakan tersebut diyakini telah diaktifkan dari jarak jauh.

Mantan Perdana Menteri Yair Lapid mengumumkan diadakannya pertemuan khusus dengan pejabat keamanan Israel.

Otoritas Israel menutup jalan-jalan utama dan mendirikan pos pemeriksaan di bagian timur dan barat Quds saat mereka melakukan penyelidikan dan mencari tersangka pelaku peledakan tersebut.

Berdasarkan keputusan menteri pertahanan, tentara Israel juga mengumumkan penutupan dua pos pemeriksaan utama di wilayah Jenin – Jalameh dan Salem.

Komisaris polisi Israel mengatakan jenis serangan yang terjadi di Quds “belum pernah terlihat selama bertahun-tahun,” dan pihak keamanan sedang memburu para penyerang. Dia menambahkan bahwa polisi juga sedang mencari lebih banyak kemungkinan bahan peledak di kota itu.

Rekaman kamera pengintai dari ledakan pertama beredar di media sosial. Media Israel menyebutkan adanya kekhawatiran besar terhadap kemungkinan dilancarkannya operasi lain di Quds, dan menilai bahwa peristiwa terbaru ini sebagai operasi yang sangat rapih dan terkoordinasi.

Sementara itu, faksi-faksi pejuang Palestina di Gaza menganggap peledakan di Quds itu sebagai reaksi wajar orang Palestina terhadap kejahatan Israel.

Faksi-faksi itu “mengambil tindakan pengamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” menyusul dua ledakan di Quds.

“Mengingat eskalasi perkembangan di lapangan, kubu resistensi sedang mempersiapkan eskalasi besar yang bisa berubah menjadi perang skala besar,” ungkap seorang sumber itu kepada TV Al-Mayadeen.

“Kubu resistensi membuat kelompok-kelompok penyerangnya bersiaga menghadapi keadaan darurat,” imbuhnya.

Serangan tentara Israel dan pembunuhan warga Palestina di berbagai kota dan desa di wilayah pendudukan Tepi Barat meningkat belakangan ini seiring dengan eskalasi serangan bersenjata Palestina dan serangan pemukim Zionis terhadap warga Palestina.

Setidaknya 200 warga Palestina, termasuk lebih dari 50 anak-anak, telah dibunuh oleh Israel di wilayah Quds Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza pada pada tahun ini, yang disebut-sebut sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina sejak 2006. (mm/raialyoum/almayadeen)

Baca juga:

Media-media Zionis: Warga Arab di Piala Dunia Jauhi Kami dan Tolak Normalisasi

AS Mengaku Bukti Iran Pekan Lalu Serang Kapal Tanker Israel di Laut Oman

DISKUSI: