Karena Beresiko Berat bagi Persekutuan AS-Saudi, Biden Tak akan Hukum Bin Salman Secara Langsung

0
276

Washington, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dinilai tidak akan menghukum Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed Bin Salman (MBS) secara langsung terkait dengan kasus pembunuhan jurnalis Jamaal Khashoggi, karena faktor eratnya persekutuan antara AS dan Saudi.

Mengutip pernyataan para pejabat anonim AS, surat kabar The Washington Times menyebutkan bahwa Biden telah mengambil keputusan setelah beberapa minggu berdiskusi dengan tim keamananya, dan dalam keputusan itu dia berkesimpulan bahwa tak ada jalan untuk mencekal MBS ataupun mengalamatkan dakwaan pidana terhadapnya tanpa menimbulkan resiko kerugian pada hubungan AS dengan Saudi, yang notabene sekutu terpenting AS di Timur Tengah.

Para pejabat AS itu mengatakan bahwa di Gedung Putih ada kesepakatan bahwa ada resiko itu sangat besar bagi kerjasama AS dengan Saudi dalam “pemberantasan terorisme” dan upaya menghadapi Iran.

Sementara itu, New York Times melaporkan bahwa organisasi-organisasi peduli HAM pernah menekan Biden agar setidaknya menerapkan persyaratan bagi kunjungan MBS ke AS seperti yang pernah dilakukan oleh Donald Trump di masa kepresidenannya terhadap para pejabat Saudi lain yang dianggap terlibat tindak pidana.

Para asisten Biden menyatakan bahwa Gedung Putih tidak mengundang MBS ke AS dalam waktu dekat.

Semua pembicaraan mengenai MBS tersebut terjadi setelah Gedung Putih memublikasi laporan intelijen AS mengenai pembunuhan jurnalis Saudi di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul pada Oktober 2018, dan laporan itu menyebutkan bahwa MBS yang memandang Khashoggi sebagai ancaman bagi Kerajaan Saudi telah menyetujui penangkapan ataupun pembunuhan Khashoggi. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Intelijen AS Nyatakan Bin Salman Bertanggungjawab atas Kematian Khashoggi, Ini Tanggapan Saudi

Dokumen Pembunuhan Khassoghi, HAM Saudi, dan Hipokritas AS

 

DISKUSI: