Diplomat Israel: Perubahan Sikap AS Soal Golan Kesempatan bagi Iran untuk Kepung Israel

0
320

Quds, LiputanIslam.com –  Diplomat senior Israel Dore Gold menyatakan bahwa perubahan kebijakan AS mengenai Dataran Tinggi Golan, tanah Suriah yang diduduki Israel, berpotensi dipandang Iran sebagai kesempatan untuk mengepung Israel.

Gold menjelaskan bahwa pemerintah AS sekarang berhak mengubah kebijakan pemerintah sebelumnya. Karena itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett setidaknya mengemban satu misi dalam masalah ini, yaitu mempertahankan kondisi yang ada sekarang.

“Pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa Iran tak akan pernah memiliki senjata nuklir di masa kepresidenannya sangatlah penting dan strategis, demikian pula halnya dengan penegasan komandan tertinggi Angkatan Bersenjata AS. Namun, dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi penitik beratan pada hubungan Israel-AS untuk urusan yang berkaitan dengan harapan agar Biden melanjutkan dukungan kepada kedaulatan Israel atas Golan, yang telah diakui secara resmi di masa pemerintahan Trump,” ujar Gold kepada saluran 12 Israel, seperti dikutip Rai Al-Youm, Kamis (1/7).

Gold yang kini menjabat sebagai direktur Institut Yerussalem untuk Kajian Sosial juga mengatakan bahwa perlu proses diplomatik lebih lanjut antara Israel dan AS untuk memungkinkan penyelesaian masalah ini sebelum pertemuan puncak pertama antara Biden dan Bennett.

“Sebab, jika kebijakan AS mengenai Golan berubah maka ini dapat ditafsirkan oleh orang-orang Iran sebagai terwujudnya harapan mereka untuk mengepung Israel dengan milisi mereka di Libanon dan Suriah, dan bahkan bisa jadi juga Yordania, hal yang bisa jadi akan menjurus pada konfrontasi yang tak diinginkan oleh AS maupun Israel,” pungkas Gold. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Damaskus: Kedaulatan Suriah atas Golan Tak Lekang oleh Waktu

Hizbullah Hancurkan Empat Drone Israel

 

DISKUSI: