Dibayangi Drone Maut, Kedubes AS di Baghdad Pekikkan Sirine

0
471

Baghdad, LiputanIslam.com –  Sirine di dalam komplek Kedubes AS untuk Irak di Baghdad berbunyi menyusul dugaan adanya drone yang terbang di atas komplek tersebut, demikian dilaporkan oleh reporter RT di Baghdad dini hari Jumat (2/7).

Dalam berita segera yang dimuat di situs berita RT milik Rusia disebutkan bahwa sang reporter melaporkan, “Pasukan perlindungan Kedubes AS di Baghdad baru saja menduga adanya sebuah drone di atas Kedubes, dan karena itu mereka menetapkan status siaga.”

Reporter itu menambahkan bahwa sejauh ini tak ada serangan terhadap Kedubes AS.

Sebelumnya, berbagai kelompok pejuang relawan Irak bersumpah untuk membalas serangan udara pasukan AS terhadap posisi-posisi pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi di dekat perbatasan Irak-Suriah yang telah menggugurkan empat relawan.

Dalam perkembangan terbaru, Jubir kelompok pejuang Al-Nujaba Irak, Nasr Al-Shammari, mengecam apa yang dia sebut lemahnya sikap pemerintah Irak di depan agresi AS.

“Apa arti semua pengabaian ini? Pelaksanaan undang-undang parlemen mengenai pengeluaran orang-orang Amerika merupakan salah satu janji pemerintahan (Perdana Menteri Irak Mustafa) Al-Kadhimi. Tapi sekarang kita melihat Washington menyerang pasukan Al-Hashd Al-Shaabi di wilayah Irak dan secara blak-blakan mengaku bertanggungjawab atas serangan ini,” ujar Al-Shammari.

Dia menambahkan bahwa merilis pernyataan kecaman saja adalah “tindakan memalukan yang bahkan musuhpun bergembira atas keluarnya statemen yang tak menghasilkan apa-apa”.

Dia lantas menegaskan lagi sumpah para pejuang Irak untuk membalas serangan tersebut.

“Kami tak dapat duduk menunggu hasil perundingan para pejabat yang mereka sendiri bergantung pada Amerika. Kami tak dapat duduk melihat abainya lembaga-lembaga politik, sementara para pemuda Irak setiap hari berguguran. Karena itu kami harus menyerang semua struktur musuh,” tegasnya.

Al-Shammari lantas memperingatkan bahwa pasukan relawan Irak kini memiliki kemampuan resistensi yang lebih besar.

“Jika kami tak melakukan (pembalasan) ini maka kami akan melihat terulangnya agresi musuh, sedangkan jika Washington mengerti bahwa agresi terhadap orang-orang Irak berbiaya tinggi maka silakan meninjau ulang kebijakannya dalam hal ini,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa gerakan Al-Nujaba Irak berkemampuan menyerang semua kepentingan AS di Irak, dan akan melakukannya.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa kelompok-kelompok pejuang Irak belakangan ini telah didukung oleh Iran dengan berbagai jenis senjata, termasuk pesawat nirawak atau drone yang juga telah mereka pergunakan dalam berbagai serangan mereka terhadap pasukan AS. (mm/rt/tasnim)

Berita terkait:

Pasukan Relawan Irak Bersumpah akan Membalas Serangan Udara AS

AS Serang Basis-basis al-Hashd al-Shaabi dengan Bom Seberat 1,2 Ton

DISKUSI: