Pasukan Relawan Irak Bersumpah akan Membalas Serangan Udara AS

0
356

Baghdad, LiputanIslam.com –  Faksi-faksi pejuang Irak bersumpah akan membalas serangan tentara AS terhadap beberapa posisi pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi di perbatasan Irak-Suriah yang menyebabkan sejumlah relawan gugur.

Dalam sebuah statemennya yang dirilis Senin (28/6), Al-Hashd Al-Shaabi menjelaskan bahwa pada dini hari Senin pukul 02.00 jet tempur AS telah menyerang tiga posisi Brigade 14 dan 46 Al-Hashd Al-Shaabi di distrik Qaim, provinsi Anbar, pada lokasi yang berjarak 13 kilometer dari perbatasan Irak-Suriah.

Menurut statemen ini, serangan udara itu mengugurkan empat relawan yang sedang menunaikan misinya mencegah masuknya kawanan teroris ISIS dari Suriah ke Irak.

“Kami mempertahankan hak kami yang sah untuk membalas agresi ini dan menghukum para pelakunya di tanah Irak,” tegas Al-Hashd Al-Shaabi.

Kelompok pejuang yang sangat berjasa menumpas ISIS di Irak ini menyebutkan bahwa serangan AS itu bertujuan menguatakan kelompok-kelompok teroris dan melemahkan tentara dan relawan Irak yang AS sendiri dan negara-negara dunia lainnya menyaksikan bagaimana tentara dan relawan itu telah berjuang dengan segenap jiwa dan raga “menumpas teroris dan menjauhkan seluruh dunia dari bahaya dan keburukannya”.

Al-Hashd Al-Shaabi menilai serangan itu melanggar kedaulatan Irak, terlebih setelah pasukan relawan ini menggelar parade akbar di Baghdad, ibu kota Irak, dalam rangka memperingati hari jadi pasukan ini dan ketika sehari sebelumnya berlangsung pertemuan puncak segi tiga Arab di Baghdad.

Karena itu, Al-Hashd Al-Shaabi, menyerukan kepada pemerintah Irak agar memperkuat tekadnya untuk mengusir pasukan asing dari Irak demi menegakkan kedaulatan penuh negara ini.

Panglima Angkata Bersenjata Irak Brigjen Yahya Rasool mengutuk serangan udara tersebut dan menilainya sebagai “pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional nasional Irak berdasarkan semua konvensi internasional”.

Dia memastikan bahwa Irak akan menyelidiki peristiwa ini dan melakukan komunikasi yang diperlukan di berbagai level untuk “mencegah terjadinya lagi pelanggaran seperti ini”.

Faksi-faksi militan bersenjata Irak melalui statemen Dewan Koordinasi Resistensi Irak bersumpah akan membalas serangan udara AS tersebut. Dewan ini mencakup faksi-faksi pejuang Irak yang didukung Iran, termasuk Brigade Hizbullah Irak, Ashaib Ahl Haq, Kataib Sayyid Al-Syuhada dan Harakah Al-Nujaba.

“Kami di Dewan Koordinasi Resistensi Irak akan membalas darah para syuhada mulia kami terhadap para pelaku kejahatan keji ini. Dengan pertolongan Allah, kami akan menimpakan kepada musuh pahitnya pembalasan,” tegas mereka.

Anggota parlemen Irak, Ahmad Al-Asadi, dalam siaran persnya memperingatkan bahwa darah para syuhada yang gugur akibat serangan udara AS dapat berubah menjadi amarah besar bangsa Irak terhadap pasukan agresor. (mm/raialyoum)

Baca juga:

AS Serang Basis-basis al-Hashd al-Shaabi dengan Bom Seberat 1,2 Ton

Damaskus: Kedaulatan Suriah atas Golan Tak Lekang oleh Waktu

DISKUSI: