Dianggap Teroris, Hamas Kecam Keras Menlu UEA

0
419

Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Israel  Palestina (Hamas) mengecam keras Menlu Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah bin Zayed al-Nahyan, karena telah menghasut Arab dan menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

“Tindakan Menlu UEA Abdullah bin Zayed al-Nahyan menghasut negara-negara Arab dan menganggap Hamas sebagai organisasi teroris bertolak belakang dengan nilai-nilai Arabisme dan berlawanan dengan semua konsep kebangsaan,” ungkap juru bicara Hamas Hazem Qassem di Twitter pada Sabtu malam (12/6).

Hamas menganggap perilaku Al-Nahyan “sejalan dengan klaim sia-sia Zionis, dan berbenturan dengan antusiasme dukungan publik Arab kepada resistensi di Palestina”.

Pekan lalu, Al-Nahyan dalam pembicaraan dengan Komite Yahudi Amerika (AJC) mengaku prihatin atas “ancaman-ancaman yang dibuat oleh para ekstremis di dunia, dan tidak adanya respon dari beberapa negara”.

Dikutip Times of Israel, dia menambahkan, “Masalah ini tak terkait dengan adanya beragam pendapat mengenai berbagai persoalan. Hasutan tak bisa diterima, kebencian yang bisa diterima, pemberian alasan untuk kekerasan tak dapat diterima.”

Dia juga mengatakan, “Ironis sekali, berbagai negara semakin enggan berbicara secara lebih jelas tentang Hamas, atau Hizbullah, atau Ikhwanul Muslimin.”

Seperti diketahui, dengan mediasi AS di masa kepresidenan Donald Trump, UEA dan Bahrain menekan perjanjian normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel dalam sebuah seremoni khusus pada September 2020.

Menlu UEA membuat pernyataan demikian setelah pada Mei lalu berkobar perang selama 11 hari antara kubu Palestina di Gaza dan pasukan Zionis Israel. (mm/alalam)

Baca juga:

Hadapi Parade Bendera Kaum Zionis, Kubu Pejuang Palestina Serukan Intifada

 

DISKUSI: