Dewan Ulama Saudi Nyatakan Ikhwanul Muslimin Kelompok Teroris

0
55

Riyadh, LiputanIslam.com –  Dewan Ulama Senior Arab Saudi menegaskan bahwa Ikhwanul Muslimin (IM) merupakan “kelompok teroris” yang berkedok agama dan berambisi merebut kekuasaan.

“Kelompok Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris yang alih-alih mewakili manhaj Islam bertujuan mencapai kekuasan,” ungkap dewan itu dalam sebuah pernyataan yang dirilisnya, Selasa malam (10/11/2020).

Dewan itu menjelaskan bahwa IM memiliki tujuan-tujuan partisan yang “berlawanan dengan petunjuk agama kita yang hanif, berkedok agama, dan memraktikkan apa yang menyalahi agama berupa perpecahan, membangkitkan fitnah, kekerasan, dan terorisme.”

Dewan Ulama Senior kemudian menyebutkan, “Segala yang berpengaruh (buruk) pada persatuan di sekitar para wali amr Muslimin berupa penyebaran syubhat dan pemikiran, atau pendirian kelompok-kelompok berbaiat dan berorganisasi atau yang selainnya adalah diharamkan berdasarkan dalil kitab dan sunnah.”

Dewan ini juga menuding IM sebagai kelompok “menyimpang, yang bertumpu pada penggugatan para wali amr, pemberontakan terhadap penguasa, pembangkitan fitnah di berbagai negara, dan pengacauan kerukunan hidup di negara yang satu, serta menyebut komunitas-komunitas Islam sebagai jahiliah”.

“Sejak dididirikan Ikhwanul Muslimin tidak memperlihatkan kepedulian kepada akidah Islam maupun ilmu-ilmu kitab dan sunnah, melainkan semata bertujuan mencapai kekuasaan,” pungkas dewan itu.

IM didirikan oleh Hassan al-Banna di Mesir pada tahun 1928 dengan visi kebangkitan Islam untuk mengejar ketertinggalan dan melawan kolonialisme.

Faham kelompok ini menyebar jauh di luar Mesir ke berbagai gerakan politik Islamis serta partai-partai politik di banyak negara, yang sebagian menggunakan nama Ikhwanul Muslimin dan sebagian lain tidak.

Pemerintah Qatar dan Turki adalah negara yang sekarang paling gigih menampung dan membela mereka manakala di Mesir sendiri mereka dimusuhi oleh pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sisi yang pada 3 Juli 2013 telah mengkudeta pemerintahan Mohammad Mursi yang merupakan tokoh dan pemimpin IM..

Arab Saudi juga pernah menampung dan mendanai IM tapi kemudian justru berkonflik dengan mereka.  (mm/rta/raialyoum)

Baca juga:

Warganet Sebut Beberapa Pemimpin Arab “Anak-Anak Yatim Trump”

Wakil Demokrat AS Nyatakan Pendanaan Perang Saudi di Yaman akan Dihentikan

 

DISKUSI: