Baghdad, LiputanIslam.com –  Irak dilanda gelombang aksi mogok massal terbesar di Baghdad dan sembilan provinsi selatan yang dilakukan untuk mendukung tuntutan para demonstran menggulingkan pemerintah Irak, membubarkan parlemen, dan membuat amandemen konstitusi.

Provinsi Babel, Wasit, Maysan, dan Dhi Qar menyatakan hari Ahad (16/11/2019)  sebagai hari libur resmi menyusul  pengumuman aksi mogok umum untuk mendukung gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda Baghdad dan sembilan provinsi lain pada minggu keempat berturut-turut.

Pekan lalu, ulama muda Syiah berpengaruh, Sayid Moqtada al-Sadr, menyerukan dukungan kepada unjuk rasa protes dengan aksi mogok massal satu hari bagi semua pegawai, mahasiswa dan sekolah, suatu pemandangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Irak.

Baca: Ayatullah Sistani Ingatkan Pemerintah Irak Tak Dapat Berkelit dari Tuntutan Rakyat

Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Tarbiah meminta semua siswa dan mahasiswa tidak berpartisipasi dalam aksi mogok ini.

Para pengunjuk rasa mengatakan kepada kantor berita Jerman, DPA, bahwa pengumuman aksi mogok massal itu sendiri merupakan satu kemenangan bagi tuntutan mereka.

Pada Sabtu lalu keadaan terlihat tenang di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi ajang demonstrasi, yaitu  Lapangan Tahrir dan Khalani Square di Baghdad serta di depan gedung dewan-dewan provinsi di Basra, Maysan, Nasiriyah, Wasit, Diwaniya, Samawah, Najaf, Karbala dan Babel.

Pemerintah Irak mengerahkan bala bantuan keamanan di jalan-jalan untuk mengantisipasi perkembangan baru di jalan-jalan dan menjaga keamanan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*