Dampak Pandemi Covid-19, Negara-Negara Teluk Rugi Miliaran Dolar

0
27

Riyadh, LiputanIslam.com –  Ekonomi negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menderita kerugian besar yang diperkirakan mencapai puluhan miliar Dolar AS sebagai dampak pandemi corona (Covid-19) dan penurunan cadangan devisa di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain akibat anjloknya harga minyak serta meningkatnya pengeluaran untuk mengatasi Pandemi.

Kerugian ekonomi mendera akibat pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah negara-negara GCC, penangguhan kegiatan dan bisnis, dan peningkatan pengeluaran publik untuk mencegah perluasan infeksi, sementara cadangan umum Saudi, UEA dan Bahrain terpuruk ke rekor terendah selama ini.

Arab Saudi menempati urutan pertama negara-negara GCC yang terkena dampak penurunan cadangan umum sejak Maret akibat merebaknya Covid-19 serta kegagalan upayanya dalam mengantisipasi dampak pandemi.

Saudi kehilangan sekitar US$ 86 miliar pada aset cadangan devisanya yang berjumlah 529 miliar dolar sebelum krisis Covid-19, termasuk US$ 25 miliar yang menguap dari cadangan devisa Saudi pada bulan Maret, dan US$ 40 miliar yang digelontorkan otoritas Riyadh untuk membiayai investasi dana kekayaan negara, yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Adapun UEA yang menerima pukulan besar akibat terburu menormalisasi keadaan padahal pandemi belum surut, kerugiannya tidak kalah besarnya dengan Arab Saud.

Akibat terganggunya berbagai kegiatan bisnis oleh upaya pencegahan penyebaran infeksi Covid-19, UEA  menelan kerugian yang berpusat pada penurunan aset cadangannya dari valuta asing dari US $ 110 miliar Maret lalu menjadi US$ 96 miliar, yang berarti kehilangan sekitar US $ 14 miliar akibat pandemi Covid-19.

Adapun Bahrain, yang menempati urutan ketiga, juga telah berupaya untuk mengadopsi reformasi ekonomi untuk mengatasi dampak negatif krisis Covid-19, enggan mengumumkan nilai terbaru cadangan devisanya yang berjumlah US$ 3.5 miliar pada Februari lalu.

Lembaga S&P Global Rating memperkirakan kebijakan fiskal ekspansif Bahrain sebesar 12% PDB tahun ini, dan mencatat kontraksi ekonomi 5% pada tahun ini. (mm/alalam)

Baca juga:

Bertameng  Gerakan Anti-Covid 19, UEA Resmi Teken Perjanjian Kerjasama dengan Israel

Yaman Sebut Klaim Kesiapan Saudi untuk Berdamai sebagai Kebohongan

DISKUSI:
SHARE THIS: