China Desak AS Cabut Sanksi terhadap Iran

0
128

Beijing, LiputanIslam.com –  Pemerintah China mendesak pemerintah AS agar mencabut sanksi-sanksinya terhadap Iran.

Dalam sambutan pada peringatan enam tahun penandatanganan pernjanjian nukllir Iran (JCPOA), Jumat (16/7), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menyebut kesepakatan itu sebagai hasil dari 13 tahun negosiasi yang cermat serta diplomasi multilateral, yang juga didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Dia mengatakan JCPOA adalah contoh klasik untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan konsultasi serta elemen kunci dalam mencapai rezim non-proliferasi nuklir dan memperkuat perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah.

Lijian memastikan China percaya bahwa implementasi JCPOA secara penuh dan efektif merupakan satu-satunya cara efektif untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran.

China menyambut baik upaya AS untuk kembali ke JCPOA, namun AS harus menunjukkan kejujurannya dengan mengambil langkah-langkah konkret untuk mendapatkan kembali kepercayaan global.

Lijian menilai bahwa dalam keadaan saat ini AS harus segera membuat keputusan untuk mencabut semua sanksi sepihak dan ilegal terhadap Iran dan pihak ketiga, sebagaimana Iran juga harus sepenuhnya melanjutkan komitmennya.

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dalam jumpa pers, Jumat, menyatakan Washington masih tetap berusaha mengembalikan AS dan Iran kepada JCPOA.

Dia menambahkan bahwa jika Washington berhasil mengembalikan kedua negara kepada JCPOA maka Washington juga akan memanfaatkan perjanjian untuk interaksi AS dengan Iran dalam berbagai isu lain yang juga “meresahkan”.

Seperti diketahui, JCPOA diteken pada tahun 2015 oleh Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China) plus Jerman tapi lantas ditinggal oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018. Trump kemudian menerapkan sanksi-sanksi berat terhadap Iran, dan Iranpun membalasnya dengan memangkas komitmennya kepada JCPOA sejak tahun 2019.

Sejak April 2021 Wina diwarnai perundingan Iran dengan negara-negara tersebut, kecuali AS, untuk menghidupkan kembali JCPOA setelah pengganti Trump, Joe Biden, berulang kali menyatakan hasratnya untuk mengembalikan AS kepada JCPOA. Meski demikian Uni Eropa dan Washington mengkonfirmasi keterlibatan AS dalam perundingan itu namun tanpa berkomunikasi langsung dengan pihak Iran.

Iran sendiri menolak berunding langsung dengan AS sebelum Negeri Paman Sam ini mencabut sanksinya terhadap Iran, sementara AS menekankan prinsip selangkah dibalas selangkah. (mm/mna/fna/raialyoum)

Baca juga:

Iran Nyatakan Mampu Perkaya Uranium 90% dan Cadangan Uraniumnya Meningkat Tiga Kali Lipat

Menhan Israel: Kita Harus Siap Menghadapi Negara “Berkekuatan Nuklir” Iran

 

DISKUSI: