Cegah Penjarahan Minyak Yaman, Pasukan Sanaa Gempur Pelabuhan di Hadhramaut

0
282

Sanaa, LiputanIslam.com    Angkatan Bersenjata Yaman kubu Sanaa melancarkan serangan drone ke Pelabuhan Al-Dhaba di timur kota Mukalla, provinsi Hadhramaut, Yaman timur, Jumat (21/10).

Koresponden Al-Alam melaporkan bahwa serangan itu dilancarkan dengan tiga drone hingga menimbulkan serangkaian ledakan di pelabuhan tersebut ketika sebuah kapal asing datang untuk mengakut minyak Yaman melalui pelabuhan Al-Dhaba.

Angkatan Bersenjata Yaman menyebut serangan itu sebagai “peringatan sederhana” untuk mencegah kapal itu “menjarah minyak mentah Yaman” dari Pelabuhan Dhaba di provinsi Hadhramaut yang dikuasai oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree menyatakan serangan itu merupakan peringatan atas berlanjutnya aksi penjarahan secara besar-besaran terhadap kekayaan minyak Yaman yang seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa Yaman sendiri, termasuk untuk membayar gaji para pegawai dan peningkatan layanan publik.

Dia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman tidak akan ragu untuk melaksanakan tugas mereka menghentikan dan mencegah kapal apa pun yang mencoba untuk menjarah kekayaan Yaman.

“Kami kembali memperingatkan kepada semua perusahaan lokal dan asing untuk patuh sepenuhnya kepada keputusan otoritas di Sanaa agar menjauh dari segala bentuk partisipasi dalam penjarahan kekayaan Yaman,” tegasnya.

Peristiwa ini merupakan eskalasi besar pertama sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB gagal diperpanjang di tengah perselisihan kubu Sanaa (Ansarullah/Houthi) dengan kubu lawannya yang didukung pasukan koalisi mengenai pembayaran gaji sektor publik di daerah-daerah Yaman yang dikuasai Ansarullah.

Sektor minyak Yaman lumpuh sejak tahun 2015 akibat invasi militer pasukan koalisi. Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan bahwa Yaman memiliki cadangan minyak yang terkonfirmasi sekira tiga miliar barel.

Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris mengatakan pihaknya mengetahui laporan insiden di dekat kota Ash Shihr itu dan menyebutkan bahwa kapal dan awaknya aman.

Data Refinitiv menunjukkan bahwa kapal tanker minyak Nisos, yang mengibarkan bendera Kepulauan Marshall, bergerak di kawasan itu namun masih di luar Pelabuhan Dhaba di Teluk Aden.

Utusan Khusus PBB Hans Grundberg mengaku akan terus mendesakkan kesepakatan yang lebih luas antara kedua pihak yang bertikai, yang sudah berada di bawah tekanan internasional yang kuat untuk mencapai kesepakatan.

Gencatan senjata sebagian besar telah berhasil menghentikan kekerasan di Yaman serta memungkinkan beberapa kapal bahan bakar memasuki pelabuhan Hodeidah dan mengoperasikan penerbangan komersial dari Sanaa, yang keduanya berada di bawah kendali Ansarullah. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Persekutuan Rapuh AS-Saudi dan Terancamnya MbS

AS Pertimbangkan Penurunan Hubungan Diplomatik dan Militernya dengan Saudi

DISKUSI: