Buntut Ledakan Beirut, PM Libanon Mengudurkan Diri

0
126

Beirut, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri dan pemerintahannya menyusul langkah sama oleh sejumlah menterinya di tengah maraknya aksi protes yang melanda negara ini menyusul tragedi ledakan dahsyat yang terjadi di pelabuhan Beirut.

Dalam pidato siaran langsung televisi, Senin (10/8/2020), Diab mula-mula mengutuk ledakan itu dan menilainya sebagai konsekuensi dari salah urus akibat “korupsi endemik”.

“Hari ini kami mengikuti keinginan masyarakat dalam tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang yang bertanggung jawab atas bencana yang telah bersembunyi selama tujuh tahun, dan keinginan mereka untuk perubahan nyata,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Menghadapi kenyataan ini, hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintahan ini… Semoga Allah menyelamatkan Lebanon, semoga Allah menyelamatkan Lebanon, semoga Allah menyelamatkan Lebanon.”

Di bagian lain dalam pidatonya, Diab mengecam para aktor politik korup yang dinilainya telah mendistorsi kebenaran untuk merusak upaya pemerintahannya menciptakan perubahan untuk memenuhi tuntutan rakyat.

Diab mmengaku menempuh “langkah mundur” agar dapat berdiri bersama rakyat “dan berjuang untuk perubahan bersama mereka”.

“Kami bersama rakyat dalam seruan untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini,” tegasnya.

Diab juga mengecam pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan ledakan Beirut untuk meraih keuntungan politik mereka sendiri.

Menurut pengumuman yang disiarkan televisi pada Senin malam, Presiden Lebanon Michel Aoun telah menerima pengunduran Diab dan pemerintahannya, namun memintanya untuk tetap berada dalam kapasitasnya sebagai pengurus sampai kabinet baru terbentuk.

Kabinet Diab sendiri baru dibentuk pada bulan Januari lalu setelah sekian bulan terjadi kevakuman kekuasaan. Kabinet itu sedianya adalah  untuk memerangi dugaan korupsi dan salah urus, serta untuk membangkitkan kembali ekonomi Lebanon yang terpuruk.

Diab mengumumkan pengunduran dirinya setelah empat menteri kabinetnya juga mundur dari jabatan masing-masing menyusul tragedi ledakan besar yang bahkan menghebohkan dunia.

Menurut catatan terbaru, ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut pada Selasa lalu (4/8/2020) menewaskan sedikitnya 200 orang dan melukai sekira 6.000 orang. Ledakan itu sedemikian dahsyat sehingga disebut-sebut sebagai ledakan terbesar non-nuklir di dunia.

Tragedi itu juga menyebabkan puluhan orang hilang, dan sekira 300.000 orang terpaksa mengungsi akibat kehancuran yang meluas. (mm/presstv/aljazeera)

Baca juga:

Presiden Lebanon Bantah Isu Setujui Penyelidikan Internasional

Menhan AS Sentil Nama Hizbullah Soal Ledakan Beirut

DISKUSI: