Buntut Kontroversi Macron, Seorang Dai Kondang Mesir  Beraliran Wahhabi Ditangkap

0
110

Kairo, LiputanIslam.com –  Pasukan keamanan Mesir menangkap dai kondang Syeikh Mustafa Al-Adawi, menyusul ceramah panasnya mengenai kasus penistaan Nabi Muhammad saw di Prancis.

Ribuan pengikut Syekh yang beraliran Salafi/Wahhabi menunjukkan kesedihan yang mendalam setelah mengumumkan penangkapannya saat berada di rumahnya pada dini hari Rabu (4/11/2020). Diduga bahwa dia ditangkap lantaran ceramahnya yang banyak menghujat orang-orang disebutnya kafir.

Dalam ceramah yang rekaman videonya diposting di halaman Facebook resminya, Al-Adawi menyoal bagaimana mungkin orang yang terlibat praktik riba dan mengikuti kebiasaan orang kafir akan tersinggung oleh penistaan terhadap Nabi Muhammad saw.

“Bagaimana kita berduka atas penistaan terhadap Rasul kita yang mulia, bagaimana kita mengikuti orang-orang yang menistakan Rasul yang mulia, sementara mereka mendirikan bank-bank riba, dan karena itu mereka lantas menyeru orang-orang untuk mengikuti mereka dalam riba, mengikuti mereka dalam memperhias diri,  dan mengikuti mereka dalam mode baru yang berasal dari mereka?” cecarnya.

Dai yang beberapa video ceramahnya telah disubtitle bahasa Indonesia dan diunggah di Youtube tersebut menambahkan, “Betapa tak masuk akal, orang kafir yang menghalangi (orang lain) dari jalan Allah, dan memperolok Rasulullah mendatangi kita dengan sampah pakaian, makanan dan minuman, dan kitapun menirunya dalam pakaian, makanan, dan minumannya.”

Sembari menghujat “orang kafir” dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Al-Adawy lantas menyerukan supaya masyarakat meninggalkan tradisi “negara-negara kafir” serta menggali dan mengikuti sunnah Rasul.

“Kita sebagai Muslimin harus berpegangan pada petunjuk Rasul kita, Muhammad, mencamkan dalam-dalam kitab suci Tuhan kita, melihat apa gerangan yang dikehendaki Tuhan kita kepada kita untuk kita mengikutinya, tidak mengikuti jejak orang-orang yang lalai itu, tidak mengikuti kebiasaan, tradisi, dan keyakinan-keyakinan bobrok yang masuk kepada kita dari negara-negara kafir. Celakalah orang-orang kafir di manapun mereka berada…. Celakalah presiden kafir, presiden kafir Prancis yang menentang Allah dan Rasul-Nya, celakah dia, celakalah dia, celakalah dia, ” hujat Al-Adawy.

Pemerintah Mesir sendiri, demikian pula Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad Al-Thayyib telah mengecam penistaan terhadap Nabi Muhammad saw di Prancis. Al-Thayyib bahkan menyerukan kepada masyarakat dunia supaya membuat undang-undang yang memidanakan penistaan agama.  (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei Kecam Penistaan Nabi di Prancis dan Nyatakan Pilpres AS Tak Pengaruhi Iran

Sayid Nasrallah: Bukan Mengatasi Masalah, Prancis Malah Nyatakan Perang

DISKUSI: